terasjabar.id
Jumat, 1 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

Kekerasan Seksual Verbal Tumbuh Subur dalam Paradigma Kapitalisme Sekuler

Herman by Herman
30 Apr 2026 03:58
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Kekerasan Seksual Verbal Tumbuh Subur dalam Paradigma Kapitalisme Sekuler

Oleh: Nunung Nurhayati (Aktivis Muslimah)

Sebanyak 16 mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan mahasiswi hingga dosen. Kasus itu terungkap setelah tangkapan layar percakapan para terduga pelaku menjadi viral di media sosial. Kasus tersebut kini ditangani Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI.

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat bahwa telah terjadi sebanyak 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang Januari hingga Maret 2026. Sementara, kasus yang paling banyak ditemukan, yakni kasus kekerasan seksual mencapai 46%, kekerasan fisik 34%, perundungan 19%, kebijakan yang mengandung kekerasan 6%, terakhir kekerasan psikis sebanyak 2%.

Koordinator JPPI, Ubaid Matraji mengatakan bahwa kekerasan bukan lagi insiden sporadis, melainkan fenomena sistemik yang terjadi secara berulang dan tersebar luas. Bahkan beliau menyampaikan bahwa kekerasan di dunia pendidikan bukan lagi kasus per kasus, tetapi sudah menjadi pola yang sistemik. Dan, “Lebih berbahaya lagi, pelakunya justru banyak berasal dari dalam lembaga pendidikan itu sendiri. Hal ini menunjukkan, bahwa sekolah dan kampus telah gagal menjadi ruang aman.” kata Ubaid Matraji, Selasa (14/04).

Dari jumlah 233 kasus, sebanyak 71% nyatanya merupakan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, 11% di perguruan tinggi, 9% di pesantren, 6% satuan Pendidikan non-formal dan 3% di Madrasah. Sedangkan berdasarkan kepada identitas pelaku, mereka merupakan tenaga pendidik dan kependidikan (33%), siswa (30%), orang dewasa (24%), dan lainnya (13%). JPPI pun mencatat, bahwa kasus kekerasan di satuan pendidikan melonjak hingga 600% sejak 2020 sampai 2025: Dari 91 kasus pada 2020 menjadi 641 kasus pada 2025 (bbc.com, 15/4/2026).

Dari sederet fakta tersebut, mengapa kekerasan seksual semakin tumbuh subur di masyarakat hari ini? Pada dasarnya, kenyataan kelam ini menjadi suatu hal yang niscaya dalam hegemoni sistem kapitalisme sekuler. Maraknya kekerasan seksual, baik verbal maupun non-verbal, menjamurnya pornoaksi dan konten pornografi, pergaulan bebas, hingga rusaknya sistem sosial, tak lain merupakan buah hasil akibat diadopsinya sistem hidup yang mengagungkan kebebasan individu dan memisahkan aturan Tuhan.

RELATED POSTS

Mendikdasmen Larang Anak Bermain Game Roblox karena Mengandung Unsur Negatif yang Buruk Untuk Perkembangan

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Garut Cenderung Meningkat

Dalam lingkup hidup kapitalis sekuler, kekerasan seksual verbal yang terkait dengan obyektivitas perempuan, yaitu tindakan pelecehan baik menggunakan kata-kata, suara, atau komentar bernada seksual yang merendahkan perempuan, menjadi sekadar objek pemuas hasrat atau pandangan seksual saja. Padahal, esensi perempuan yakni sebagai manusia utuh yang harus dijaga dan dihargai martabatnya. Namun faktanya tidak demikian, pelecehan seksual terhadap perempuan malah menjadi hal yang dianggap lumrah, bahkan disepelekan, layaknya sebatas lontaran candaan belaka.

Lebih mirisnya lagi, kasus-kasus yang sebenarnya sudah lama berlangsung, baru kemudian terangkat dan ditangani setelah viral di medsos dengan telah melahirkan banyak korban. Hal ini bisa dilihat dari pernyataan Kuasa hukum korban (pelecehan seksual FH UI), Timotius Rajagukguk yang mengatakan bahwa pelecehan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2025. Kini, jumlah korban terlapor mencapai 27 orang, 20 orang diantaranya merupakan mahasiswa FH UI, dan 7 lainnya merupakan dosen FH UI. (bbc.com, 15/4/2026).

Page 1 of 2
12Next
Tags: KekerasanSeksUi
ShareTweetSend

Related Posts

Mendikdasmen Larang Anak Bermain Game Roblox karena Mengandung Unsur Negatif yang Buruk Untuk Perkembangan
News

Mendikdasmen Larang Anak Bermain Game Roblox karena Mengandung Unsur Negatif yang Buruk Untuk Perkembangan

5 Agu 2025 13:45
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Garut Cenderung Meningkat
Daerah

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Garut Cenderung Meningkat

5 Jul 2025 17:32
Next Post
Konflik Iran Belum Usai, Perang Picu Perdebatan Sengit di Kongres AS

Konflik Iran Belum Usai, Perang Picu Perdebatan Sengit di Kongres AS

Tekanan ke Iran Meningkat, AS Andalkan Blokade dan Opsi Militer

Tekanan ke Iran Meningkat, AS Andalkan Blokade dan Opsi Militer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

26 Apr 2026 08:00
Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

28 Apr 2026 15:29
Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
TERBARU! Hangry Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

TERBARU! Hangry Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

26 Apr 2026 11:17
Polda Jabar Ungkap Tambang Emas di Pongkor Bogor, 4 Orang Diamankan

Polda Jabar Ungkap Tambang Emas di Pongkor Bogor, 4 Orang Diamankan

0
493 Napi Kuningan Mendapat Layanan NIK Disdukcapil

493 Napi Kuningan Mendapat Layanan NIK Disdukcapil

0
Musim Pancaroba Anomali Cuaca Memicu Alarm Kewaspadaan

Musim Pancaroba Anomali Cuaca Memicu Alarm Kewaspadaan

0
Bandung Terancam Penumpukan Sampah, Pengiriman ke TPA Sarimukti Terhenti Sementara

Bandung Terancam Penumpukan Sampah, Pengiriman ke TPA Sarimukti Terhenti Sementara

0
493 Napi Kuningan Mendapat Layanan NIK Disdukcapil

493 Napi Kuningan Mendapat Layanan NIK Disdukcapil

30 Apr 2026 22:53
Musim Pancaroba Anomali Cuaca Memicu Alarm Kewaspadaan

Musim Pancaroba Anomali Cuaca Memicu Alarm Kewaspadaan

30 Apr 2026 22:46
Bandung Terancam Penumpukan Sampah, Pengiriman ke TPA Sarimukti Terhenti Sementara

Bandung Terancam Penumpukan Sampah, Pengiriman ke TPA Sarimukti Terhenti Sementara

30 Apr 2026 22:35
Cara Meningkatkan Stamina Tubuh, Anak Muda Mager Wajib Tahu!

Cara Meningkatkan Stamina Tubuh, Anak Muda Mager Wajib Tahu!

30 Apr 2026 22:30
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.