TERASJABAR.ID – Pete Hegseth menolak anggapan bahwa konflik AS–Israel melawan Iran telah berubah menjadi “rawa perang”, meskipun biaya yang ditanggung Amerika Serikat diperkirakan sudah mencapai $25 miliar dan terus meningkat.
Dalam sidang panjang di Kongres bersama Jenderal Dan Caine, ia justru menyalahkan kritik dari anggota parlemen sebagai ancaman yang lebih besar dibandingkan Iran.
Dalam kesempatan itu, Hegseth juga mendorong persetujuan anggaran pertahanan sebesar $1,5 triliun, sembari menggambarkan konflik ini sebagai perjuangan penting demi keamanan nasional.
Ia membela kebijakan Donald Trump yang dinilai mampu menekan Iran menuju kesepakatan baru dan mencegah pengembangan senjata nuklir.
Namun, sejumlah anggota Partai Demokrat melontarkan kritik tajam. John Garamendi menilai perang tersebut sebagai kesalahan strategis yang menyeret AS ke konflik berkepanjangan.
Sementara itu, Adam Smith mempertanyakan lonjakan anggaran besar serta menyoroti isolasi diplomatik AS dari sekutunya.
Perdebatan semakin memanas ketika isu korban sipil di Iran ikut disinggung, serta ketidakjelasan hasil operasi militer.
Di sisi lain, beberapa anggota Partai Republik tetap memberikan dukungan kepada pemerintah, meski kekhawatiran atas biaya dan arah kebijakan terus meningkat.
Situasi di lapangan sendiri masih belum stabil. Gencatan senjata yang rapuh berlangsung, sementara kehadiran militer AS di kawasan tetap besar.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik bisa berlarut-larut tanpa kejelasan penyelesaian.-***












