TERASJABAR.ID – Warga kampung Cibaeud, Desa Lengkongjaya, Kec. Cigalontang Kab. Tasikmalaya, gempar dan dibuat panik, jerit histeris membelah siang. Angkot jurusan Cigalontang-Singaparna hilang kendali, terjun bebas tanpa ampun ke jurang menganga puluhan meter.
Tragedi itu terjadi pada Selasa (28/4/2026) sore. Sopir angkot, Dadang, baru saja melaju pelan. Niatnya mulia akan menjemput rombongan ibu-ibu pengajian. Tapi maut sudah menunggu di tikungan sempit jalan desa yang hanya muat satu mobil.
“Ban saya lindas batu di bibir jurang. Ternyata batu tanah labil, langsung amblas ke bawah. Mobil tak bisa ditahan. Detik itu juga nyelonong, terbang masuk jurang, “ungkap Dadang gemetar mengingatnya, Rabu (29/4/2026)
Dadan Muldan (46), saksi mata yang sedang memberi gemuk padi, jadi saksi insiden itu. Ia melihat angkot berguling-guling brutal menuju dasar jurang. Suara benturan, besi beradu batu, jerit warga pecah jadi satu.
Tanpa pikir nyawa, Dadan terjun menuruni tebing curam. Di bawah sana, angkot sudah nyungkur di petak sawah milik warga. Rangkanya ringsek, kacanya hancur, bodinya remuk dihantam gulingan maut berkali-kali.
Tapi keajaiban terjadi. Dadang masih hidup. Sadar. “Alhamdulillah, nyawanya tertolong,” kata Dadan dengan napas tersengal.
Dadang hanya luka lecet di kaki dan badan. Padahal mobil sudah jadi rongsokan. Beruntung sejuta beruntung, angkot itu kosong. Ia belum sempat mengangkut rombongan ibu-ibu. “Jika ada penumpang, ceritanya pasti beda,” jelas dia.
Nampak kendaraan derek sedang melakukan evakuasi pengangkatan kendaraan angkot dari dasar jurang tepatnya petak sawah milik warga.*

















