terasjabar.id
Jumat, 1 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

BANDUNG UNTUK SIAPA ?

Herman by Herman
1 Mei 2026 20:21
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
BANDUNG UNTUK SIAPA ?

(Menata Kota, Menata Reklame: Antara Estetika dan Ekonomi Warga)

Oleh: Subchan Daragana

Warga kota Bandung/ Ketua Persatuan Pengusaha Periklanan Jawa Barat (P3I ) / Anggota Ikatan Pengusaha Reklame Kota Bandung ( IPRKB ) / Akademisi

Bandung sedang berbenah. Wajah kota ditata, ruang publik dirapikan, dan visual kota diarahkan menjadi lebih tertib dan estetik. Namun di balik upaya tersebut, muncul pertanyaan yang tidak sederhana: apakah penataan ini sedang merapikan kota, atau justru tanpa disadari sedang menyempitkan ruang hidup warganya, termasuk pelaku usaha lokal di sektor reklame?

Pertanyaan ini bukan bentuk penolakan terhadap perubahan. Sebaliknya, ini adalah bentuk kepedulian agar perubahan yang terjadi tidak kehilangan arah dan makna. Kota memang harus ditata, tetapi penataan yang baik bukan sekadar soal merapikan yang tampak, melainkan juga menjaga yang hidup di dalamnya.

Dalam perspektif perencanaan kota, penataan ruang tidak dapat dipahami semata sebagai tindakan administratif. Ia merupakan bagian dari proses urban governance, yaitu bagaimana pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha berinteraksi dalam mengelola ruang secara adil dan berkelanjutan. Karena itu, setiap kebijakan penataan seharusnya berangkat dari kerangka yang jelas: visi kota, desain spasial, serta mekanisme implementasi yang mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi.

Dalam konteks tersebut, reklame dan media luar ruang tidak bisa direduksi hanya sebagai gangguan visual. Dalam banyak studi perkotaan, media luar ruang justru diposisikan sebagai bagian dari ekonomi visual kota (urban visual economy) yang memiliki fungsi ganda: sebagai instrumen komunikasi komersial sekaligus elemen pembentuk identitas kawasan.
Persoalannya bukan pada keberadaannya, melainkan pada bagaimana ia diatur melalui instrumen kebijakan yang tepat, seperti zonasi, standar desain, dan integrasi dengan arsitektur kota.

Pengalaman kota-kota besar menunjukkan bahwa keberhasilan penataan tidak ditentukan oleh pendekatan eliminatif, tetapi oleh kemampuan pemerintah dalam merancang diferensiasi ruang. Kawasan heritage, misalnya, dijaga dengan pembatasan visual yang ketat.

Sebaliknya, kawasan bisnis dan komersial justru diberi ruang untuk ekspresi visual yang lebih dinamis, termasuk melalui reklame digital.
Pendekatan ini mencerminkan prinsip dasar dalam perencanaan kota modern: the right function in the right place.

Sayangnya, dalam konteks Bandung, yang sering terasa bukan kejelasan desain, melainkan ketegangan di lapangan. Penataan berjalan, tetapi arah besarnya belum sepenuhnya terbaca oleh publik. Kebijakan hadir, tetapi ruang dialog belum terasa cukup terbuka. Akibatnya, muncul kesan bahwa penataan kota berjalan lebih sebagai proses penertiban, bukan sebagai proses perancangan ekosistem yang utuh.

Dari perspektif ekonomi perkotaan, kondisi ini tidak bisa dianggap sederhana. Pelaku usaha reklame bukan entitas tunggal, melainkan bagian dari rantai nilai yang melibatkan tenaga kerja, industri kreatif, hingga sektor pendukung lainnya. Ketika ruang usaha menyempit tanpa skema transisi yang jelas, maka yang terdampak bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga stabilitas ekonomi lokal secara lebih luas.

Di sinilah pentingnya pendekatan partisipatif dalam perumusan kebijakan. Literatur good governance menekankan bahwa legitimasi kebijakan publik tidak hanya ditentukan oleh kewenangan formal, tetapi juga oleh tingkat keterlibatan para pemangku kepentingan. Pelaku usaha lokal, asosiasi industri, akademisi, dan komunitas warga memiliki pengetahuan empiris yang tidak selalu dimiliki oleh pembuat kebijakan. Mengabaikan mereka bukan hanya persoalan keadilan, tetapi juga berisiko menghasilkan kebijakan yang tidak efektif di lapangan.

Bandung sebenarnya memiliki semua prasyarat untuk menjadi kota yang tertata sekaligus hidup. Kota ini kaya akan kreativitas, memiliki basis ekonomi lokal yang kuat, serta didukung oleh komunitas yang aktif dan dinamis. Namun, potensi ini hanya akan optimal jika dikelola melalui kebijakan yang terarah dan inklusif.

Karena itu, yang dibutuhkan Bandung saat ini bukan sekadar ketegasan dalam penataan, melainkan kejelasan dalam perencanaan.

Pemerintah kota perlu menyusun dan mengomunikasikan masterplan wajah kota secara terbuka kepada publik. Zonasi visual dan ekonomi harus ditetapkan secara transparan. Standar estetika perlu ditingkatkan, tetapi tetap aplikatif. Dan yang tidak kalah penting, pelaku usaha lokal harus dilibatkan sebagai mitra, bukan sekadar objek kebijakan.

Penataan kota seharusnya tidak diposisikan sebagai pilihan antara estetika dan ekonomi. Keduanya justru harus dirancang dalam satu kerangka yang saling menguatkan. Kota yang berhasil adalah kota yang mampu menjadi tertata secara visual tanpa kehilangan vitalitas ekonominya, serta mampu menjadi modern tanpa mengorbankan aktor-aktor lokal yang selama ini menjadi bagian dari ekosistemnya.

Bandung ini lain. Kota ini tidak dibangun hanya dengan beton dan aspal, tetapi juga dengan rasa, kreativitas, kebersamaan, dan semangat warganya. Maka ketika kota ini ditata, seharusnya yang diperindah bukan hanya jalannya, tetapi juga rasa keadilannya.

Sebagai penutup , ukuran keberhasilan sebuah kota bukan hanya seberapa rapi ia terlihat, tetapi seberapa banyak warganya yang tetap bisa hidup dan tumbuh di dalamnya.

Sebelum kita terlalu jauh bicara tentang estetika, izinkan pertanyaan sederhana ini tetap bergema:
Ieu Bandung keur saha?

RELATED POSTS

Untuk Lulusan SMA SMK! Tianlala Rencong Bandung Buka Loker Crew

Buat Lulusan SMA SMK, Bagi Kopi Buka Loker Part Time, Ini Link Daftarnya

Ada 2 Posisi, Inniko Bandung dan Jakarta Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Yay! Grill Bandung Buka Loker 3 Posisi Sekaligus Buat Lulusan SMA SMK

Buat Lulusan SMA SMK, Photomatics Bandung Buka Loker Crew Store

Referensi sumber ;
Harvey, D. (2008). The right to the city. New Left Review, 53, 23–40.

Lefebvre, H. (1991). The production of space. Blackwell.

Logan, J. R., & Molotch, H. L. (1987). Urban fortunes: The political economy of place. University of California Press.

ADVERTISEMENT

UN-Habitat. (2020). World cities report 2020: The value of sustainable urbanization. United Nations.

Gehl, J. (2010). Cities for people. Island Press.

Florida, R. (2014). The rise of the creative class revisited. Basic Books.

Evans, G. (2003). Hard-branding the cultural city From Prado to Prada. International Journal of

Urban and Regional Research, 27(2), 417–440.

McQuarrie, M. (2016). No contest: Participatory technologies and the transformation of urban authority. Public Culture, 28(3), 473–497.

Tags: BandungSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

Untuk Lulusan SMA SMK! Tianlala Rencong Bandung Buka Loker Crew
Ragam

Untuk Lulusan SMA SMK! Tianlala Rencong Bandung Buka Loker Crew

1 Mei 2026 16:43
Buat Lulusan SMA SMK, Bagi Kopi Buka Loker Part Time, Ini Link Daftarnya
Ragam

Buat Lulusan SMA SMK, Bagi Kopi Buka Loker Part Time, Ini Link Daftarnya

1 Mei 2026 16:21
Ada 2 Posisi, Inniko Bandung dan Jakarta Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK
Ragam

Ada 2 Posisi, Inniko Bandung dan Jakarta Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

1 Mei 2026 16:03
Yay! Grill Bandung Buka Loker 3 Posisi Sekaligus Buat Lulusan SMA SMK
Ragam

Yay! Grill Bandung Buka Loker 3 Posisi Sekaligus Buat Lulusan SMA SMK

1 Mei 2026 15:25
Buat Lulusan SMA SMK, Photomatics Bandung Buka Loker Crew Store
Ragam

Buat Lulusan SMA SMK, Photomatics Bandung Buka Loker Crew Store

1 Mei 2026 14:58
Bandung Terancam Penumpukan Sampah, Pengiriman ke TPA Sarimukti Terhenti Sementara
News

Bandung Terancam Penumpukan Sampah, Pengiriman ke TPA Sarimukti Terhenti Sementara

30 Apr 2026 22:35
Next Post
Ini Dampak Buruk Terlalu Sering Pakai Parfum, Masih Banyak yang Gak Tahu!

Ini Dampak Buruk Terlalu Sering Pakai Parfum, Masih Banyak yang Gak Tahu!

Sudirman Said: Kebijakan Energi Indonesia Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek

Sudirman Said: Kebijakan Energi Indonesia Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

26 Apr 2026 08:00
Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

28 Apr 2026 15:29
TERBARU! Hangry Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

TERBARU! Hangry Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

26 Apr 2026 11:17
May Day di kawasan Simpang  Dago-Cikapayang, Bandung Ricuh dan Mencekam

May Day di kawasan Simpang Dago-Cikapayang, Bandung Ricuh dan Mencekam

0
May Day 2026 KSPSI DAN KASBI Bawa 12 Tuntutan Demi Kesejahteraan Buruh

May Day 2026 KSPSI DAN KASBI Bawa 12 Tuntutan Demi Kesejahteraan Buruh

0
Sudirman Said: Kebijakan Energi Indonesia Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek

Sudirman Said: Kebijakan Energi Indonesia Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek

0
Lansia Tewas Dirampok, DPR Minta Polisi Bertindak Cepat

Lansia Tewas Dirampok, DPR Minta Polisi Bertindak Cepat

0
May Day di kawasan Simpang  Dago-Cikapayang, Bandung Ricuh dan Mencekam

May Day di kawasan Simpang Dago-Cikapayang, Bandung Ricuh dan Mencekam

1 Mei 2026 22:04
May Day 2026 KSPSI DAN KASBI Bawa 12 Tuntutan Demi Kesejahteraan Buruh

May Day 2026 KSPSI DAN KASBI Bawa 12 Tuntutan Demi Kesejahteraan Buruh

1 Mei 2026 21:52
PENTING BANGET! Ini Manfaat Pakai Sunscreen Buat Kulit Wajah

PENTING BANGET! Ini Manfaat Pakai Sunscreen Buat Kulit Wajah

1 Mei 2026 21:30
Sudirman Said: Kebijakan Energi Indonesia Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek

Sudirman Said: Kebijakan Energi Indonesia Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek

1 Mei 2026 20:36
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.