TERASJABAR.ID – Ribuan masyarakat Garut tumpah ruah padati jl. A. Yani persis depan Bale Dewa Niskala yang menjadi lokasi Milangkala Tatar Sunda.
Milangkala Tatar Sunda ini mengingatkan akan sejarah berdirinya Tanah Sunda yang dipimpin oleh seorang Raja. Mahkota Binokasih menjadi sejarah akan keberadaan kerajaan Sunda.
Pada rangkaian kegiatan ini diawali kirab di KOREM 062 Tarumanagara jl Bratayuda pada selasa (5/5/2026) malam,masyarakat sudah mulai memadati sepanjang jl Bratayuda hingga jl A. Yani tepatnya depan Bale Dewa Niskala (Bakorwil) Garut, sejak pukul 18.00 wib.
Perhelatan Seni budaya Sunda yang di dukung oleh 27 kabupaten/kota ini menampilkan Seni budaya yang begitu indah dan mempesona, sehingga menambah kemegahan, ditambah lagi dengan kehadiran Seniman lawak Si Ohang dan kawa kawan semakin hangat suasana.
Namun dibalik kemegahan dan kemeriahan kirab budaya dan Napak Tilas Padjajaran ini, pada saat pagelaran Budaya masyarakat yang menyansikan dengan jumlah begitu banyak diperkirakan ribuan itu ada yang tidak bisa menikmatinya.
Salah seorang penonton sebut saja AS (45) asal Karangpawitan menyatakan sangat disayangkan acara semegah ini masyarakat tidak semua bisa menyaksikan.
” Sayang sekali ya acara segini megahnya kenapa letak panggungnya tidak di Alun-alun dengan posisi panggung itu menghadap ke jalan jadi penonton juga bisa menyaksikan semuanya. ” Kata AS.
” ada beberpa yang menjadi kajian buat saya tolong dipikirkan juga sisi keamanan, coba lihat penonton yang berdesakan apalagi ada anak anak apakah ini tidak mengundang kecelakaan? Seharusnya panitia itu memikirkan keselamatan penonton juga jangan sampai terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah sudah, ” Tegas AS.
Penonton lain pun AN (31) asal Sudirman menegaskan selain posisi panggung juga menambahkan adanya layar TV besar.
” Karena penonton banyak sedangkan jarak pandang yang dibelakang jauh, sehingga tidak bisa menyaksikan keberlangsungan acara ini, sebaiknya ditambahkan dua layar TV besar agar yang tidak bisa melihat ke depan bisa menyaksikan pagelaran ini jadi penonton pun tidak akan berdesakan seperti sekarang ini.” Tutupnya.
Kedua masyarakat yang memberikan pernyataan tadi menyampaikan harapan kepada pemerintah kabupaten Garut untuk kedepan agar lebih memikirkan keselamatan, keamanaan dan juga kenyamanan. *















