TERASJABAR.ID – Di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, kehidupan di Teheran perlahan kembali tampak normal.
Pos-pos pemeriksaan mulai dibongkar, kafe kembali ramai, taman dipenuhi warga yang berpiknik, dan aktivitas jalanan hidup seperti sebelum konflik.
Transportasi umum pun kembali beroperasi penuh, bahkan sempat digratiskan selama masa perang.
Namun di balik suasana yang tampak pulih, rasa cemas masih menyelimuti masyarakat.
Banyak warga khawatir konflik dapat kembali pecah kapan saja, terutama setelah ketegangan baru di kawasan Selat Hormuz.
Dampak ekonomi juga terasa berat, dengan meningkatnya pengangguran dan inflasi yang diperkirakan melonjak hingga 70%.
Kisah Sara, seorang perempuan muda yang kehilangan pekerjaannya sejak awal perang, mencerminkan kondisi banyak warga.
Tanpa penghasilan tetap, ia kini hanya mengandalkan kegiatan sederhana sambil menghadapi ketidakpastian masa depan.
Di sisi lain, pelaku usaha kecil di pasar tradisional juga merasakan tekanan akibat menurunnya daya beli.
Kini, sebagian sektor mulai bangkit, seperti pendidikan yang beralih ke sistem daring.
Namun, biaya hidup yang terus meningkat tetap menjadi beban.
Selain itu, situasi politik juga belum stabil, dengan laporan eksekusi dan pembatasan hak yang masih terjadi.
Meski demikian, di jalan-jalan utama kota, warga berusaha menjalani hidup senormal mungkin.
Aktivitas sosial kembali berjalan, meski dibayangi kelelahan dan kekhawatiran akan masa depan.-***













