TERASJABAR.ID – Para diplomat Barat mengungkapkan bahwa anggota Dewan Keamanan PBB mulai membahas rancangan resolusi PBB yang didukung Amerika Serikat terkait situasi dengan Iran.
Draf tersebut membuka kemungkinan pemberian sanksi, bahkan penggunaan kekuatan, jika Teheran tidak menghentikan serangan serta ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz.
Ketegangan kembali meningkat setelah insiden baku tembak terbaru, yang menunjukkan betapa krusialnya jalur laut tersebut bagi energi dan perdagangan global.
Situasi ini juga mengguncang gencatan senjata yang baru berjalan beberapa minggu, sekaligus memperkuat blokade yang dilakukan kedua pihak.
Marco Rubio menyatakan bahwa resolusi yang turut disusun bersama negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar itu akan menuntut Iran menghentikan serangan, membuka informasi terkait ranjau laut, serta mendukung pembentukan koridor kemanusiaan.
Pendekatan ini berbeda dari langkah sebelumnya ketika Washington bertindak di luar kerangka PBB.
Kini, AS mencoba menekan Iran melalui jalur diplomatik sekaligus merancang tatanan keamanan pascakonflik, termasuk pembentukan koalisi maritim baru bernama Maritime Freedom Construct.
Meski tidak secara eksplisit mengizinkan aksi militer, resolusi ini tetap berada di bawah Bab VII Piagam PBB, yang memungkinkan penerapan sanksi hingga tindakan militer.
Jika Iran tidak mematuhi, Dewan Keamanan dapat mempertimbangkan langkah lanjutan.
Namun, peluang pengesahan masih belum pasti karena China dan Rusia masih mengkaji draf tersebut.-***
















