TERASJABAR.ID – Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan rudal dan drone yang menghantam fasilitas kilang minyak di Uni Emirat Arab, khususnya di kawasan Fujairah.
Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya semua pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk menahan diri serta terus mendorong upaya deeskalasi ketegangan di wilayah tersebut.
Melalui pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri RI menekankan perlunya penghormatan terhadap kesepakatan gencatan senjata, kepatuhan terhadap hukum internasional, serta perlindungan terhadap fasilitas sipil yang bersifat vital.
Indonesia juga menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur energi berpotensi memperburuk situasi keamanan, mengganggu stabilitas kawasan, serta berdampak pada rantai pasok energi global.
Pemerintah turut mengingatkan bahwa eskalasi konflik yang terus berlanjut dapat meluas dan memengaruhi negara-negara di luar kawasan Timur Tengah.
Oleh karena itu, Indonesia menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai upaya diplomatik dan dialog untuk mencapai perdamaian serta stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.
Di sisi lain, warga negara Indonesia yang berada di UEA diminta tetap waspada, menjaga keselamatan, serta mengikuti arahan otoritas setempat dan perwakilan RI.
Sementara itu, insiden di Zona Industri Minyak Fujairah dilaporkan memicu kebakaran besar dan menyebabkan sejumlah korban luka dari warga asing.
Namun, pihak IRGC membantah keterlibatan dalam serangan tersebut dan menyebut tuduhan itu tidak berdasar.-***















