TERASJABAR.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berencana memperkuat aktivitas fisik siswa dengan menambah frekuensi olahraga di sekolah menjadi tiga kali dalam seminggu.
Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah preventif menghadapi tren peningkatan risiko obesitas pada anak usia sekolah.
Farhan menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung, prevalensi obesitas pada siswa memang masih relatif rendah. Namun demikian, laju peningkatannya dinilai cukup signifikan sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
“Dari hasil cek kesehatan gratis, kecenderungan obesitas pada anak sekolah memang masih rendah, tetapi pertumbuhannya cukup tinggi,” ujar Farhan Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui edukasi pola makan sehat. Aktivitas fisik yang rutin dan terstruktur di lingkungan sekolah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan anak.
Saat ini, kegiatan olahraga di sekolah umumnya hanya dilakukan satu kali dalam sepekan dengan durasi terbatas.
Ke depan, Pemkot Bandung menargetkan pelaksanaan olahraga sebanyak tiga kali dalam seminggu, dengan durasi minimal 30 menit di setiap sesi.
“Kami tengah menyiapkan program olahraga tiga kali seminggu, masing-masing 30 menit. Saat ini masih satu kali dalam sepekan,” katanya.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pelajaran olahraga formal, tetapi juga akan mencakup aktivitas aerobik dan berbagai permainan olahraga yang dirancang lebih menyenangkan agar siswa lebih aktif bergerak.
“Akan ada tambahan aktivitas seperti aerobik dan berbagai permainan olahraga,” tambahnya.
Untuk memastikan efektivitas program, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam melakukan kajian berbasis sport science.
Keterlibatan kedua perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih terukur dan ilmiah.
Farhan menegaskan, penerapan sport science penting agar program ini tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar memberi dampak terhadap kesehatan siswa serta membentuk kebiasaan hidup aktif sejak usia dini.**


















