TERASJABAR.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga pendidikan.
Hal itu disampaikan saat menerima audiensi sejumlah kepala daerah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.
Audiensi dihadiri Wali Kota Cimahi Letkol (Purn.) Ngatiya, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Bupati Pulau Taliabu Sashabilla Lutfitalia Widya Mus, Bupati Pandeglang R. Dewi Setiani, dan Bupati Sabu Raijua Krisman Bernard Riwu Kore.
Dalam pertemuan tersebut, Mensos meminta para kepala daerah fokus pada tiga pendekatan utama dalam mengatasi kemiskinan. Yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan keluarga miskin, dan mencegah transmisi kemiskinan antargenerasi.
“Pokoknya saya minta Pak Bupati, tiga ini saja pendekatannya. Pertama, bagaimana mengurangi beban pengeluaran keluarga, kedua, meningkatkan pendapatan, dan yang terakhir, mencegah transmisi kemiskinan,” kata Mensos.
Menurutnya, bantuan sosial menjadi instrumen awal untuk menekan beban pengeluaran masyarakat miskin. Setelah itu, intervensi dilanjutkan melalui program pemberdayaan agar penerima manfaat mampu meningkatkan pendapatan dan mandiri secara ekonomi menuju graduasi.
Ia menambahkan, pendidikan berkualitas juga menjadi kunci penting untuk memutus rantai kemiskinan yang diwariskan antargenerasi. Salah satu program yang disiapkan pemerintah adalah Sekolah Rakyat.
“Dengan bansos mengurangi beban pengeluaran. Setelah itu ditindaklanjuti dengan pemberdayaan. Agar apa? Meningkatkan pendapatan. Supaya kemiskinan tidak turun-menurun, maka dicegah dengan adanya pendidikan. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat,” ujarnya.

















