TERASJABAR.ID – Suasana berbeda terasa di salah satu kafe kopi di Jl. Sule Setianegara, Kota Tasikmalaya, Kamis (7/5/2026). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya memilih tempat santai ini untuk menggelar “Diseminasi Perkembangan Ekonomi, Inflasi, dan Digitalisasi Wilayah Priangan Timur”, bersama puluhan wartawan.
Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari menegaskan, media punya peran kunci sebagai jembatan informasi ekonomi ke masyarakat. “Kami butuh media untuk menyampaikan data yang akurat. Kalau informasinya benar, masyarakat tenang, ekonomi ikut stabil,” ujarnya.
Menurut dia, ekonomi Priangan Timur di triwulan I 2025 tetap tumbuh positif meski kondisi global masih penuh ketidakpastian. Penopangnya jelas, sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan yang terus bergerak.
Untuk inflasi, BI memastikan kondisinya aman terkendali dan masih dalam sasaran nasional. Semua tak lepas dari kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) lewat operasi pasar hingga kerja sama antar daerah yang konsisten dijalankan.
Sorotan utama jatuh pada digitalisasi. BI mencatat lonjakan luar biasa transaksi QRIS di Priangan Timur. Sepanjang 2025, volumenya melesat 579 persen dibanding tahun sebelumnya. “Artinya pembayaran digital sudah masuk ke semua lini, dari kafe di kota sampai warung UMKM di desa,” jelasnya.
Diskusi pun mengalir hangat. Wartawan dan BI bertukar pandangan soal tantangan UMKM, akses pembiayaan, hingga strategi meningkatkan literasi keuangan digital agar masyarakat tak hanya bisa pakai QRIS, tapi juga paham risikonya.
“Kami harap agenda ngopi bareng media ini bukan yang terakhir. Sinergi harus terus jalan agar edukasi ekonomi sampai ke seluruh lapisan masyarakat di Priangan Timur,” harap Laura.*













