TERASJABAR.ID – Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Carwinda, meminta seluruh Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) bergerak cepat mengawal distribusi pangan, sekaligus melibatkan pemasok lokal agar program tersebut berdampak pada penurunan stunting dan peningkatan ekonomi warga.
Ia menyampaikan hal itu saat rapat koordinasi di Gedung Kantor Bupati Bekasi. Rapat tersebut dihadiri perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, dan organisasi profesi guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran hingga tingkat desa.
Carwinda menegaskan setiap kecamatan harus segera membentuk posko pengawasan untuk memantau distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat.
“Camat sebagai Kepala Satgas di Kecamatan harus segera membentuk posko pengawasan. Saya tidak ingin ada kecamatan yang lambat,” ujar Carwinda.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan delapan indikator penilaian Satgas terbaik, mulai dari monitoring terpadu, pelatihan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, pengawasan sanitasi dapur, hingga sistem pelaporan digital.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi, Krido Saptono, memastikan pemutakhiran data penerima manfaat dilakukan agar bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Data harus tepat. Kami siap mendukung pemutakhiran di semua level agar program benar-benar tepat sasaran,” kata Krido.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menyebut verifikasi penerima akan difokuskan kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
“Kami akan terjun langsung bersama pendamping sosial agar lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin tidak terlewat,” ujarnya.
















