TERASJABAR.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan pengembangan industri bambu nasional melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan ekosistem industri bambu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Akademi Komunitas Bambu (AKB) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Industri Agro.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa bambu merupakan salah satu komoditas berbasis sumber daya alam terbarukan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi dan ramah lingkungan.
“Pengembangan industri bambu sejalan dengan arah kebijakan industri hijau karena bambu merupakan material berkelanjutan yang memiliki prospek besar untuk industri konstruksi, furnitur, kerajinan, hingga berbagai produk inovatif lainnya,” ujar Menperin dalam keterangannya.
Program AKB diarahkan untuk memperkuat struktur industri bambu nasional melalui penyediaan bahan baku berkualitas dan siap dimanfaatkan oleh industri.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembekalan kompetensi teknis mulai dari budidaya, proses pengawetan, hingga pengolahan bambu sebagai upaya memastikan ketersediaan bahan baku yang memenuhi standar kebutuhan sektor hilir.
Melalui program tersebut, kualitas produk bambu nasional diharapkan terus meningkat dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih tinggi serta memperkuat daya saing produk bambu Indonesia, baik di pasar dalam negeri atau pasar ekspor.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menjelaskan pelaksanaan AKB telah diinisiasi di Bali pada tahun 2025 dan berhasil menghasilkan 25 Master Bambu melalui pendekatan training of trainers (ToT).















