TERASJABAR.ID – Calbee, Inc., produsen makanan ringan terbesar di Jepang, terpaksa mengubah desain kemasan sejumlah produk populernya menjadi hitam-putih akibat terganggunya pasokan bahan baku tinta.
Krisis tersebut dipicu oleh hambatan distribusi di Selat Hormuz yang berdampak pada pasokan nafta, bahan turunan minyak bumi yang digunakan dalam produksi tinta cetak.
Perusahaan yang dikenal lewat kemasan keripik kentang berwarna cerah itu mengumumkan bahwa sekitar 14 produknya akan menggunakan desain monokrom mulai akhir Mei 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelangsungan produksi di tengah ketidakstabilan rantai pasok akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Calbee menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada distribusi bahan baku tertentu yang sangat bergantung pada pasokan energi global.
Jepang sendiri masih mengandalkan impor minyak dari kawasan Timur Tengah untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan nafta domestik.
Kebijakan Calbee langsung menarik perhatian publik Jepang dan menjadi perbincangan luas di media nasional.
Sebelumnya, konsumen Jepang juga sempat dibuat khawatir ketika salah satu produsen camilan lain menghentikan sementara produksi karena kesulitan memperoleh minyak berat untuk operasional pabrik.
Pemerintah Jepang kemudian berusaha menenangkan masyarakat dengan memastikan pasokan nafta nasional masih aman.
Juru bicara pemerintah, Kei Sato, menyebut Jepang masih memiliki cadangan minyak mentah dan telah meningkatkan impor dari kawasan selain Timur Tengah.
Ia menegaskan hingga kini belum ada laporan gangguan besar terhadap pasokan tinta cetak maupun kebutuhan nafta nasional.
Meski begitu, kabar perubahan kemasan tersebut tetap memengaruhi sentimen pasar, terlihat dari penurunan saham Calbee lebih dari 1 persen setelah pengumuman tersebut.-***
















