TERASJABAR.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sepakat bekerjasama merenovasi rumah para orang tua siswa Sekolah Rakyat yang tidak layak huni.
Dilansir laman Kemensos, kesepakatan ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf usai bertemu dengan Menteri PKP Maruarar Sirait beserta jajaran di Kantor Kemensos, Jakarta.
Mensos mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan miniatur pengentasan kemiskinan yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.
“Dimana anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan dan didukung dengan program-program strategis presiden yang lain. Salah satu diantaranya adalah keluarga atau orang tua dari siswa Sekolah Rakyat dibantu dengan program pembangunan rumah tidak layak huni atau dilakukan renovasi agar rumahnya lebih layak huni yang didukung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” kata Mensos.
“Jadi ini khusus untuk keluarga siswa Sekolah Rakyat,” tambah dia.
Kemensos mengusulkan sebanyak 10 ribu rumah milik orang tua murid Sekolah Rakyat untuk direnovasi tahun ini.
Mensos mengungkapkan, 5 ribu rumah di antaranya telah dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan program renovasi tersebut. Sementara sisanya masih dalam proses verifikasi dan validasi. Salah satu syaratnya adalah status kepemilikan lahan maupun rumah yang jelas serta milik sendiri.
“Yang sekarang sudah clear and clean (status kepemilikan) itu ada 5 ribu. Jadi sudah dilakukan ground check lapangan, kemudian sudah dipastikan memenuhi syarat. Karena harus ada hal-hal yang dipenuhi itu, misalnya soal kepemilikan utamanya, kepemilikan lahan,” ungkap Mensos.
“Kemudian yang lain-lain akan menyusul, kita segera verifikasi secepatnya. Kita lakukan verifikasi dan validasi secepatnya oleh pendamping-pendamping kami nanti dengan dari petugas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, secepatnya, karena data-datanya sudah ada,” sambungnya.
















