TERASJABAR.ID – Lonjakan jumlah jemaah lanjut usia pada penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M menjadi perhatian utama Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI.
Kondisi cuaca panas ekstrem serta padatnya mobilitas menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) membuat kesiapan layanan kesehatan menjadi faktor yang sangat penting pada puncak ibadah haji tahun ini.
Anggota Timwas Haji 2026, Saan Mustopa, menegaskan bahwa potensi meningkatnya jemaah sakit perlu diantisipasi sejak awal pergerakan ke Arafah.
Ia menekankan bahwa tim medis harus selalu siaga, baik dari segi tenaga kesehatan maupun ketersediaan obat-obatan.
Menurutnya, tingginya proporsi jemaah lansia meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama saat fase Armuzna yang membutuhkan ketahanan fisik tinggi di tengah suhu sangat panas di Arab Saudi.
Selain itu, ia meminta agar kesiapan fasilitas kesehatan, obat-obatan, serta sarana pendukung lainnya menjadi prioritas utama penyelenggara.
Kenyamanan jemaah di tenda, distribusi konsumsi, dan kelancaran transportasi juga perlu dipastikan.
Cuaca di Makkah diperkirakan mencapai 44 hingga 47 derajat Celsius, sehingga otoritas setempat mengimbau jemaah membatasi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 16.00 untuk mencegah dehidrasi dan heatstroke.
Secara keseluruhan, Timwas meminta seluruh petugas haji meningkatkan kewaspadaan, koordinasi, dan respons cepat agar risiko kesehatan dapat ditekan, terutama bagi kelompok lansia yang paling rentan menghadapi dampak cuaca panas ekstrem selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci demi keselamatan jemaah haji secara menyeluruh bersama.-***

















