TERASJABAR.ID – Legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, menilai Arsenal kehilangan momentum saat menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions.
Menurutnya, The Gunners terlalu cepat memilih bermain bertahan setelah berhasil unggul lebih dahulu dalam pertandingan yang berlangsung di Budapest.
PSG akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti.
Tim asal Inggris sempat berada di posisi menguntungkan berkat gol cepat Kai Havertz pada babak pertama.
Namun, PSG mampu menyamakan skor melalui penalti Ousmane Dembele sebelum memastikan kemenangan dalam drama adu penalti setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menuntaskan tugas mereka.
Meski Arsenal gagal mengangkat trofi, Del Piero tetap memberikan apresiasi atas perjalanan tim asuhan Mikel Arteta sepanjang musim.
Ia menilai Arsenal tampil luar biasa dengan mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua dekade sekaligus meraih gelar Liga Inggris setelah penantian panjang selama 22 tahun.
Namun, mantan kapten Juventus itu menilai pendekatan Arsenal setelah unggul menjadi salah satu faktor yang mengubah jalannya pertandingan.
Menurutnya, tim London tersebut terlihat terlalu pasif dan memberi ruang bagi PSG untuk berkembang.
Selain membahas Arsenal, Del Piero juga memberikan pujian kepada bintang PSG, Khvicha Kvaratskhelia.
Ia menilai pemain asal Georgia itu layak menjadi kandidat kuat peraih Ballon d’Or berkat kontribusinya yang konsisten sepanjang musim.
Del Piero bahkan berpendapat bahwa tanpa adanya pengaruh penampilan pemain di Piala Dunia mendatang, Kvaratskhelia memiliki peluang sangat besar untuk memenangkan penghargaan individu paling bergengsi tersebut.
Menurutnya, kombinasi gol, assist, dan performa stabil yang ditunjukkan sang pemain menjadikannya salah satu pesepak bola terbaik dunia saat ini.-***
















