TERASJABAR.ID – Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak, terutama di negara berkembang.
Rotavirus disebut sebagai penyebab paling umum diare berat pada balita, dengan hampir seluruh anak di bawah usia lima tahun berisiko terinfeksi virus ini, baik dalam bentuk ringan maupun berat.
Rotavirus merupakan virus yang menyerang saluran pencernaan dan menyebabkan gastroenteritis dengan gejala utama diare serta muntah.
Virus ini sangat mudah menular dan mampu bertahan di permukaan benda, termasuk tangan, sehingga anak-anak sangat rentan terinfeksi akibat kebiasaan memasukkan benda ke mulut.
Gejala infeksi rotavirus umumnya meliputi diare selama beberapa hari, demam, muntah, serta nyeri perut.
Kondisi ini dapat berkembang menjadi dehidrasi yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi buang air kecil, mulut kering, pusing, hingga mata cekung.
Jika terjadi berulang, infeksi ini juga dapat mengganggu pertumbuhan anak dan meningkatkan risiko stunting akibat kekurangan nutrisi penting.
Sebagai upaya pencegahan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin rotavirus untuk bayi.
Vaksin tersedia dalam dua jenis, yaitu monovalen yang diberikan dua kali dan pentavalen yang diberikan tiga kali melalui tetesan oral.
Imunisasi ini terbukti efektif mencegah infeksi hingga 98 persen serta mengurangi risiko komplikasi berat.
Program vaksinasi juga telah mulai diterapkan di Indonesia secara bertahap sejak 2022 dan akan diperluas secara nasional pada 2024 melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan posyandu.
Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran pentingnya imunisasi serta menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah penyebaran penyakit.-***
















