terasjabar.id
Senin, 1 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 1 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

JIKA BUNG KARNO LIVE TIK TOK MALAM INI “

Herman by Herman
1 Jun 2026 08:55
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
JIKA BUNG KARNO LIVE TIK TOK MALAM INI “

(Membaca Pancasila, Algoritma, dan Komunikasi Politik Gen Z di Era Digital)

ADVERTISEMENT

Oleh: Subchan Daragana
(Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie/ Ketua IPSM provinsi Jawa Barat)

Bayangkan jika malam ini Bung Karno membuka siaran langsung di TikTok. Dalam hitungan menit, ribuan bahkan jutaan pengguna mungkin akan bergabung. Sebagian datang karena rasa penasaran, sebagian karena kagum pada sosok proklamator, dan sebagian lainnya mungkin hanya ingin membuat konten reaksi. Di kolom komentar, berbagai respons bermunculan: ada yang serius berdiskusi, ada yang bercanda, dan ada pula yang sibuk membuat potongan video untuk diunggah ulang.

Pertanyaannya, apakah Bung Karno akan nyaman berbicara di ruang digital seperti itu? Atau justru sebaliknya, apakah TikTok adalah panggung yang sangat cocok bagi seorang komunikator besar seperti Soekarno?

Pertanyaan ini memang bersifat imajinatif. Namun di baliknya terdapat persoalan yang sangat nyata, yaitu bagaimana nilai-nilai kebangsaan, termasuk Pancasila, dapat dikomunikasikan kepada generasi yang hidup dalam budaya digital.

Banyak orang membayangkan bahwa tokoh-tokoh besar masa lalu akan kesulitan beradaptasi dengan teknologi modern. Padahal sejarah menunjukkan bahwa Bung Karno adalah seorang komunikator yang sangat adaptif terhadap media pada zamannya. Ia memahami bahwa sebuah gagasan hanya akan hidup jika mampu menjangkau masyarakat. Karena itu, ia memanfaatkan pidato, radio, surat kabar, hingga pertemuan-pertemuan akbar sebagai sarana menyampaikan visi kebangsaan.

Jika prinsip itu kita bawa ke masa kini, besar kemungkinan Bung Karno tidak akan memusuhi TikTok. Sebaliknya, ia mungkin akan memanfaatkannya. Bukan karena ingin menjadi selebritas digital, tetapi karena di sanalah rakyat berkumpul. Jika dahulu alun-alun dan lapangan menjadi ruang bertemunya pemimpin dengan masyarakat, maka hari ini ruang itu telah bergeser ke layar ponsel.

RELATED POSTS

Pancasila Tetap Kokoh Menghadapi Perubahan Zaman

Kepala Bakesbangpol Garut Sampaikan Harapan Ini Saat Hadiri HUT ke-26 PP Polri

Ternyata Daerah “Paling Pancasila” di Bandung Ada di Cicadas!! Inilah Faktanya

Pancasila Kekuatan Utama Mempersatukan 270 Juta Jiwa Penduduk Indonesia

Dalam teori komunikasi, Marshall McLuhan pernah menyatakan bahwa the medium is the message. Media tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga memengaruhi cara pesan tersebut dipahami. Pidato satu jam yang menggetarkan massa pada tahun 1945 mungkin tidak akan bekerja dengan cara yang sama di era video berdurasi satu menit. Bukan karena pesannya kehilangan makna, tetapi karena cara masyarakat mengonsumsi informasi telah berubah.

Generasi Z tumbuh di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat. Mereka hidup dalam budaya scroll, budaya yang membuat seseorang dapat berpindah dari satu topik ke topik lain hanya dalam hitungan detik. Dalam situasi seperti ini, tantangan terbesar bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan mempertahankan perhatian audiens.

Di sinilah letak persoalan yang menarik. Jika Bung Karno hidup hari ini, mungkin beliau tidak hanya dituntut menjadi orator yang hebat, tetapi juga komunikator digital yang mampu mengemas gagasan besar dalam format yang mudah dipahami generasi muda. Pertanyaannya bukan lagi apakah Pancasila penting, melainkan bagaimana Pancasila dapat hadir di tengah algoritma yang lebih menyukai hiburan dibanding refleksi.

Algoritma media sosial bekerja berdasarkan perhatian. Semakin menarik sebuah konten, semakin besar peluangnya untuk muncul di beranda pengguna. Akibatnya, ruang digital sering kali dipenuhi konten yang menghibur, provokatif, atau sensasional. Sementara itu, nilai-nilai kebangsaan sering dianggap terlalu serius, terlalu formal, bahkan terkadang terasa jauh dari kehidupan sehari-hari anak muda.

Padahal, jika ditelaah lebih jauh, banyak nilai Pancasila yang sebenarnya sangat dekat dengan realitas digital. Sila kedua berbicara tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, sebuah nilai yang relevan ketika kita menghadapi perundungan siber dan ujaran kebencian. Sila ketiga berbicara tentang persatuan, yang penting ketika masyarakat terpecah oleh polarisasi di media sosial. Sila keempat mengajarkan musyawarah, sesuatu yang semakin langka di tengah budaya saling menyerang di kolom komentar. Sementara sila kelima mengingatkan tentang keadilan sosial di tengah kesenjangan akses informasi dan teknologi.

Dengan kata lain, tantangan kita bukan karena Pancasila sudah tidak relevan. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam bahasa yang dipahami oleh generasi digital.

Jika Bung Karno benar-benar hadir di TikTok malam ini, mungkin beliau tidak akan hanya berbicara tentang sejarah. Bisa jadi beliau akan mengajak anak muda berdiskusi tentang hoaks, algoritma, kecerdasan buatan, atau etika bermedia sosial. Sebab seorang komunikator besar selalu memahami bahwa pesan yang baik adalah pesan yang mampu menjawab persoalan zamannya.

Pertanyaan “Apakah Bung Karno akan viral di TikTok?” mungkin bukan hal yang paling penting. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kita mampu membuat nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah budaya digital yang terus berubah.

Karena sesungguhnya, tantangan terbesar generasi hari ini bukanlah kekurangan informasi. Tantangan terbesar kita adalah memastikan bahwa di tengah banjir informasi, nilai-nilai yang membangun bangsa tetap memiliki ruang untuk didengar.

Dan jika Bung Karno benar-benar melakukan siaran langsung malam ini, mungkin pesan yang ingin beliau sampaikan tidak jauh berbeda dengan dahulu: Indonesia membutuhkan generasi yang bukan hanya cepat mengakses informasi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya. Sebab teknologi dapat berubah, media dapat berganti, tetapi cita-cita untuk membangun bangsa tetaplah sama. ***

Tags: Hari kesaktian pancasilsPancasila
ShareTweetSend

Related Posts

Pancasila Tetap Kokoh Menghadapi Perubahan Zaman
Daerah

Pancasila Tetap Kokoh Menghadapi Perubahan Zaman

1 Okt 2025 14:41
Kepala Bakesbangpol Garut Sampaikan Harapan Ini Saat Hadiri HUT ke-26 PP Polri
Daerah

Kepala Bakesbangpol Garut Sampaikan Harapan Ini Saat Hadiri HUT ke-26 PP Polri

15 Jul 2025 21:31
Ternyata Daerah “Paling Pancasila” di Bandung Ada di Cicadas!! Inilah Faktanya
Opini

Ternyata Daerah “Paling Pancasila” di Bandung Ada di Cicadas!! Inilah Faktanya

6 Jun 2025 13:44
Pancasila Kekuatan Utama Mempersatukan 270 Juta Jiwa Penduduk Indonesia
Daerah

Pancasila Kekuatan Utama Mempersatukan 270 Juta Jiwa Penduduk Indonesia

2 Jun 2025 17:00

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PT Ceres Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Ini Link Daftarnya

PT Ceres Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Ini Link Daftarnya

29 Mei 2026 16:59
Ada 2 Posisi! Dunia Buah Bandung Buka Loker Crew dan Kasir, Tertarik?

Ada 2 Posisi! Dunia Buah Bandung Buka Loker Crew dan Kasir, Tertarik?

27 Mei 2026 16:49
Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

21 Mei 2026 16:13
Terbaru! PT Saku Mas Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

Terbaru! PT Saku Mas Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

28 Mei 2026 17:11
Hari Lahir Pancasila 2026, Farhan Ajak Bandung Jadi Teladan Persatuan dan Keadilan

Hari Lahir Pancasila 2026, Farhan Ajak Bandung Jadi Teladan Persatuan dan Keadilan

0
Kodim Kuningan Salurkan 30 Mobil Pick Up Operasional KDMP

Kodim Kuningan Salurkan 30 Mobil Pick Up Operasional KDMP

0
JIKA BUNG KARNO LIVE TIK TOK MALAM INI “

JIKA BUNG KARNO LIVE TIK TOK MALAM INI “

0
Satreskrim Polres Garut Bekuk Dua Pelaku Curanmor Target Operasi Polisi

Satreskrim Polres Garut Bekuk Dua Pelaku Curanmor Target Operasi Polisi

0
Hari Lahir Pancasila 2026, Farhan Ajak Bandung Jadi Teladan Persatuan dan Keadilan

Hari Lahir Pancasila 2026, Farhan Ajak Bandung Jadi Teladan Persatuan dan Keadilan

1 Jun 2026 11:41
JIKA BUNG KARNO LIVE TIK TOK MALAM INI “

JIKA BUNG KARNO LIVE TIK TOK MALAM INI “

1 Jun 2026 08:55
Satreskrim Polres Garut Bekuk Dua Pelaku Curanmor Target Operasi Polisi

Satreskrim Polres Garut Bekuk Dua Pelaku Curanmor Target Operasi Polisi

1 Jun 2026 07:41
Setelah Viral, Bang Jago Palak Pengemudi Mobil Pelat B di Dago Diciduk Polisi

Setelah Viral, Bang Jago Palak Pengemudi Mobil Pelat B di Dago Diciduk Polisi

1 Jun 2026 07:30

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.