TERASJABAR.ID – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta pemerintah meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji gelombang kedua yang akan tiba dan kembali dari Madinah.
Permintaan tersebut disampaikan karena kondisi fisik dan mental jemaah gelombang kedua dinilai lebih lelah setelah menjalani rangkaian ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Anggota Timwas Haji DPR RI, Muhammad Abdul Aziz, menegaskan pentingnya perhatian khusus dari pemerintah, terutama dalam mendukung pelaksanaan ibadah lanjutan di Madinah.
“Jemaah haji gelombang kedua ini berbeda psikologi dan fisiknya dengan gelombang pertama. Saya berharap pemerintah melalui Kementerian Haji memastikan pelayanan dimaksimalkan, terutama untuk ibadah Arbain dan memfasilitasi jemaah agar bisa masuk ke Raudah. Itu adalah impian mereka setelah bertahun-tahun menunggu,” ujar Abdul Aziz, sebagaimana ditulis Parlementaria pada Selasa, 2 Juni 2026.
Selain itu, Timwas menyoroti pergerakan sekitar 99 ribu jemaah dari Makkah ke Madinah yang membutuhkan pengaturan jadwal transportasi secara tepat.
Koordinasi antara Kementerian Agama, syarikah, dan pihak hotel harus berjalan optimal agar tidak terjadi penumpukan atau keterlambatan penempatan kamar yang dapat mengganggu layanan konsumsi, akomodasi, hingga pelaksanaan ibadah.
Timwas juga mengapresiasi kebijakan penempatan jemaah di hotel-hotel dekat Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
Namun, diperlukan komunikasi yang baik dengan pengelola hotel terkait kebiasaan jemaah Indonesia.
Di sisi lain, Abdul Aziz mengingatkan pemerintah agar lebih adaptif terhadap perubahan kebijakan Arab Saudi sehingga penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang dapat berjalan semakin lancar dan efektif.-***
















