TERASJABAR.ID – Wilayah Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung saat ini benar-benar darurat sampah. Apalagi menyusul dibatasinya kuota ritase ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dampaknya, selain sampah menumpuk dan mengunung di pinggir jalan dan pasar-pasar, penumpukan juga terjadi di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara Sampah (TPAS).
Di Kecamatan Cileunyi, berdasarkan pantauan, tumpukan sampah saat ini terlihat di pinggir-pinggir jalan desa, kabupaten, jalan nasional dan di komplek-komplek perumahan. Termasuk di Pasar Sehat Cileunyi sampah pun menggunung.
Berbagai upaya agar di sejumlah titik di Cileunyi tak dijadikan tempat membuang sampah sembarangan, warga pun memasang spanduk bertulisan larangan membuang sampah. Sejumlah tulisan di spanduk dinilai keras dan menohok terpampang.
Seperti spanduk yang terpasang di jalan nasional, tepatnnya di Jalan Cikalang, Desa Cileunyi Kulon di salah satu titik yang kerap dijadikan tempat membuang sampah. Namun spanduk bertulisan “Ya Allah azablah orang dzalim yang membuang sampah sembarang di sini” tak mempan. Pasalnya, titik ini tetap dijadikan tempat membuang sampah, bahkan semakin menumpuk.
“Dipasangnya spanduk dengan tulisan tersebut oleh pengurus RW setempat karena di pinggir jalan nasional sangat sareukseuk dan bau. Tapi spanduk dengan tulisan itu tak mempan juga,” kata Rudi (45) warga Cikalang, Selasa (2/6/2026).
Selain di Jalan Raya Cikalang, sejumlah titik di Cileunyi yang kerap dijadikan tempat sampah pun dipasang spanduk dengan tulisan keras, nyinyir dan monohok.
Namun spanduk yang terpasang hanya hiasan dan tetap dicuekin; orang-orang pun dengan seenaknya membuang sampah rumah tangga ke tempat yang telah dilarang.(*)











