TERASJABAR.ID – Pemulangan jemaah haji ke Tanah Air, dilaksanakan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah. Pemeriksaan dan pengawasan terhadap barang bawaan jemaah haji semakin diperketat. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh koper jemaah bebas dari barang-barang yang dilarang dibawa dalam penerbangan, termasuk air zamzam yang kerap ditemukan tersimpan di dalam bagasi.
Demikian disampaikan, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah PPIH Arab Saudi, Khalilurrahman, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang logistik tempat penyimpanan barang-barang sitaan milik jemaah haji, Selasa (16/6/2026).
“Jamaah diimbau jangan coba-coba memasukkan atau membawa air zamzam ke dalam koper bagasi pesawat. Imbauan sudah sering diberikan namun masih saja ditemukan yang melanggar,” ujarnya seperti dilansir Hajinews.com. kepada wartawan Media Center Haji (MCH) saat meninjau tumpukan botol berisi air zamzam hasil sitaan petugas yang terdeteksi dari koper jemaah haji.
Proses pengawasan dilakukan secara ketat melalui pemeriksaan di gudang logistik. Setiap koper jemaah wajib melewati pemindaian X-Ray sebelum dikirim ke bandara. Sistem deteksi yang digunakan mampu mengidentifikasi isi koper meskipun barang tersebut dibungkus dengan berbagai lapisan untuk mengelabui pemeriksaan.
“Akan langsung ketahuan. Meski itu ditutup isolatif, pakai aluminium foil dan sebagainya, akan langsung terdeteksi. Kemudian koper akan dibongkar paksa dan dikeluarkan. Petugas Linjam tetap standby menyaksikan proses pembongkaran agar memastikan hanya barang larangan yang disita,” jelas dia.
Setelah diperiksa di gudang logistik, koper-koper tersebut masih akan menjalani pemeriksaan ulang di bandara. Dengan tingkat sensitivitas alat yang tinggi.
“Membawa air zamzam untuk dibagikan sanak saudara itu baik, tetapi harus sesuai koridor atau melalui cara yang resmi. Jika di dalam bagasi kemudian ada kebocoran, maka bisa membahayakan penerbangan,” kata Khalilurrahman.
Selain air zamzam, petugas juga menyita sejumlah barang lain yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam bagasi pesawat. Di antaranya power bank, pisau, gunting, hingga korek api yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali mengingatkan jemaah terkait larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin selama masa pemulangan, ujar ‘Jubir’ Kemenhaj Maria Assegaff di Jakarta, kepada awak media Rabu (17/06/2026).
Maria menekankan bahwa larangan tersebut merupakan bagian dari aturan penerbangan yang wajib dipatuhi seluruh jemaah.
“Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara. Petugas bandara bakal membuka paksa koper yang kedapatan menyimpan air zamzam,” kata dia.
“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jamaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” paparnya.
















