TERASJABAR.ID – Direktur RSIA dr. Polar Silumi, Sp.OG, M.H.Kes menyatakan kunjungan Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi ke Rumah Sakit Ibu dan Anak(RSIA) disambut penuh semangat oleh organisasi perempuan Kota Tasikmalaya. Pertemuan pertama ibu menteri ke sini ini diikuti antusias oleh para peserta dan menjadi panggung dialog terbuka dengan tema ketahanan keluarga.
“Tema ketahanan keluarga sangat penting karena ini pondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Tanpa keluarga yang kuat, kita tidak bisa berharap anak tumbuh dengan benar,” tegas dr Pilor, Jumat Sore(19/6/2026)
Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan nyata mencuat ke permukaan. Ada kasus pelecehan seksual, ada perselisihan dalam keluarga, ada luka yang selama ini terpendam. Menurut dr Pilor, inilah saatnya pendidikan dimulai dari internal keluarga, bukan menunggu orang lain.
“Tadi sudah terangkum bahwa meningkatkan ketahanan keluarga harus berakar pada akhlak baik dan berakhlakul karimah. Kita bisa lihat kasus yang muncul saat dialog, mulai dari pelecehan seksual sampai konflik keluarga. Semua itu harus kita lawan dengan pendidikan di dalam keluarga, diawali dari keluarga itu sendiri,” ujarnya.
dr Pilor menekankan, pemerintah hadir untuk mengayomi seluruh masyarakat, namun keluarga tetap menjadi benteng pertama. RSIA sebagai rumah sakit ibu dan anak juga siap menjadi mitra dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pelayanan kesehatan yang berpihak pada perempuan dan anak.
“Kunjungan ibu menteri ini bukan sekadar simbolik. Ini sinyal keras bahwa negara serius menjaga ketahanan keluarga. Kami di RSIA siap mendukung, karena keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat pula,” pungkasnya.
Dialog ini diharapkan menjadi pemantik gerakan di akar rumput, agar setiap rumah tangga di Tasikmalaya berani terbuka, berani mendidik, dan berani melindungi anggotanya dari kekerasan serta penyimpangan moral, “harapnya(*)













