TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan menyiapkan subsidi pelatihan hingga Rp15 juta bagi warga yang mengikuti program magang dan penempatan kerja ke Jepang sebagai upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, program pemagangan menjadi salah satu langkah untuk menyesuaikan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.
Disnaker Kota Bandung membuka kerja sama dengan berbagai perusahaan, termasuk sektor hotel dan restoran, untuk menyediakan program pemagangan yang dibiayai pemerintah.
“Kami melakukan pemagangan yang dibiayai oleh pemerintah. Peserta mendapat bantuan transportasi dan instruktur sehingga industri terbantu dan pencari kerja juga mendapatkan pengalaman kerja,” ujarnya.
Yayan menjelaskan, peserta magang memperoleh pengalaman dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha sehingga peluang terserap ke dunia kerja menjadi lebih besar.
Selain memperluas program magang, Disnaker mengintensifkan sosialisasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri, terutama ke Jepang yang masih membutuhkan banyak tenaga kerja asal Indonesia.
Ia menyebut, pemerintah memberikan subsidi pelatihan bahasa Jepang, budaya kerja, dan keterampilan lainnya sebagai bekal sebelum peserta diberangkatkan.
“Hampir Rp10 juta sampai Rp15 juta kami subsidi untuk belajar bahasa Jepang, budaya kerja, dan keterampilan lainnya sebelum diberangkatkan,” katanya.
Yayan menerangkan, tenaga kerja yang bekerja di luar negeri selama tiga hingga lima tahun akan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia saat kembali ke Indonesia.
Disnaker Kota Bandung juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Teknologi Bandung, untuk membuka peluang bekerja sambil menempuh pendidikan di luar negeri.
Program tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi generasi muda Kota Bandung untuk memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kompetensi, serta memiliki daya saing di pasar kerja global.***
Sumber: Diskominfo Kota Bandung
















