terasjabar.id
Selasa, 23 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Selasa, 23 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

FABEM Soroti Ancaman Blackout Jawa Bali Akibat Krisis Batubara

Herman by Herman
23 Jun 2026 10:08
in Ekonomi
Reading Time: 5 mins read
A A
0
FABEM Soroti Ancaman Blackout Jawa Bali Akibat Krisis Batubara

Jakarta , 22 Juni 2026

Kekhawatiran mengenai potensi pemadaman listrik massal atau blackout di sistem kelistrikan Jawa-Bali kembali mencuat setelah muncul informasi mengenai kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Isu ini menjadi perhatian serius karena sistem Jawa-Bali merupakan tulang punggung penyediaan listrik nasional yang melayani lebih dari separuh kebutuhan listrik Indonesia. Gangguan pasokan bahan bakar utama pembangkit berisiko memengaruhi stabilitas jaringan listrik secara luas.

Tody Ardiansyah Prabu S.H Wakil Ketua Umum DPP FABEM – SM Forum Alumni Badan Esekutif Mahasiswa menanggapii Persoalan yang menjadi sorotan adalah adanya sekitar 20 juta ton kebutuhan batu bara PLN yang hingga kini disebut belum memiliki kontrak pasokan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan rantai pasok energi nasional, terutama ketika kebutuhan listrik terus meningkat seiring pertumbuhan industri, bisnis, dan rumah tangga. Jika pasokan terganggu dalam waktu lama, sejumlah PLTU berpotensi mengalami penurunan produksi bahkan penghentian operasi sementara. Dan berdampak kerugian ekonomi luar biasa untuk masyarakat indonesia termasuk untuk para petani dan peternak kerugianya dapat langsung di derita masyarakat dan umumnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Batu bara hingga saat ini masih menjadi sumber energi utama dalam bauran listrik nasional. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan lebih dari 60 persen listrik Indonesia masih bergantung pada PLTU berbahan bakar batu bara. Ketergantungan yang tinggi tersebut membuat setiap gangguan pasokan memiliki dampak langsung terhadap keamanan energi nasional.

Pemerintah selama ini menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan perusahaan tambang memasok sebagian produksi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga ketersediaan bahan bakar bagi pembangkit listrik. Namun, tingginya harga batu bara di pasar ekspor kerap menjadi tantangan dalam memastikan pasokan domestik tetap terpenuhi sesuai kebutuhan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui adanya persoalan dalam pemenuhan kebutuhan batu bara PLN. Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Bahlil mengungkapkan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun, sementara kontrak yang telah ditandatangani baru sekitar 134 juta ton. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton yang belum terikat kontrak.

Dalam wawancara yang beredar luas di media sosial dan sejumlah pemberitaan, Bahlil bahkan mengaku sudah “capek” karena banyak pihak yang tidak sinkron dalam menyelesaikan persoalan pasokan batu bara ke PLN. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan alokasi batu bara melalui skema DMO, namun proses kontrak dan distribusi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala sehingga kebutuhan PLN belum sepenuhnya terpenuhi.

Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan cadangan batu bara. Pemerintah bahkan telah menetapkan alokasi sekitar 190 juta ton batu bara untuk kebutuhan domestik sektor kelistrikan. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 hingga 160 juta ton telah mendapatkan konfirmasi pasokan dari perusahaan tambang. Persoalan utama disebut terletak pada kesulitan memperoleh batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah PLTU.
Bahlil mengungkapan bahwa PLN membutuhkan batu berkalori medium yang kualitasnya lebih baik untuk operasional pembangkit listrik. Akan tetapi, jenis batu bara tersebut semakin sedikit.
( Sumber Raker kerja dengan Komisi XII DPR
Tanggal 15 juni 2026 )

ADVERTISEMENT

Detail Penyebab Utama Pemadaman :

Kerusakan Pembangkit Swasta: Dua PLTU skala besar milik mitra swasta (Independent Power Producer) mengalami kendala teknis mendadak dan keluar dari sistem transmisi Jawa.
Pasokan Energi Primer: Terdapat tantangan pemenuhan batu bara kalori menengah (Medium Rank Coal), namun saat ini penyaluran pasokan darurat sudah mulai dialirkan ke PLTU se-Pulau Jawa berkat dukungan Ditjen Minerba dan Kementerian ESDM.
Manajemen Beban Terbatas: Guna mencegah pemadaman total (blackout), PLN menerapkan pembatasan pasokan listrik terukur secara bergilir di beberapa area Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga wilayah Malang Raya.

Ancaman blackout tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi. Pemadaman listrik skala besar dapat menghentikan aktivitas industri, mengganggu layanan publik, menurunkan produktivitas usaha, hingga merugikan masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik untuk kegiatan sehari-hari. Karena itu, sejumlah pengamat menilai persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan PLN.

Di tengah meningkatnya keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah, kritik mulai diarahkan kepada PLN dan pemerintah. Termasuk kritik dari Wakil Ketua Umum DPP FABEM Bidang Hukum & Antar Lembaga- Tody Ardiansyah Prabu, S.H menilai masalah ini tidak semata-mata disebabkan kurangnya pasokan batu bara, tetapi juga lemahnya perencanaan, pengelolaan kontrak jangka panjang, serta koordinasi antara pemerintah, PLN, dan perusahaan tambang. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya Presiden Prabowo Subianto evaluasi & audit menyeluruh terhadap tata kelola energi nasional, strategi jangka pendek , menengah dan panjang bukan hanya sekedar permintaan maaf Direksi PLN kepada rakyat Indonesia. PLN atau Perusahaan Listrik Negara adalah satu-satunya perusahaan besar yang bertanggung jawab atas penyediaan listrik di Indonesia. Dengan monopoli hampir penuh terhadap distribusi listrik, wajar jika banyak orang bertanya: Bagaimana mungkin PLN bisa rugi ? Bukankah tanpa pesaing seharusnya keuntungan mengalir deras?

RELATED POSTS

Pembangkit Listrik Berbasis Energi Terbarukan

Pemadaman Listrik Bikin Hajatan Akhir Tahun Madrasah Hancur

Tips AC Hemat Listrik, Rumah Tetap Adem Tanpa Bikin Dompet Nangis!

Kosleting Listrik Rumah Dede Ratna di Ciledug Garut Jadi Arang di Lahap Api di Tengah Malam

DPR Minta PLN Bayar Kompensasi atas Pemadaman Listrik Massal di Sumatra

DPP FABEM – SM Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa & Senat Mahasiswa mendesak agar jajaran direksi dan manajemen diisi berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan lingkaran pimpinan atau titipan politik.Tuntutan agar PT PLN (Persero) dikelola dengan sistem meritokrasi yang kuat terus menguat akibat sejumlah masalah operasional dan tata kelola.

Pemerintah dan PLN diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan listrik kembali stabil. DPP FABEM – SM ( Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa & Senat Mahasiswa ) &
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Sumatera Utara adalah Rinno Hadinata bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto dilakukan evaluasi terhadap jajaran direksi PLN, termasuk munculnya tuntutan agar Direktur Utama PLN mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas menurunnya keandalan layanan listrik. Meski demikian, fokus utama saat ini adalah memastikan krisis pasokan dapat diatasi, memperkuat cadangan energi, dan mempercepat diversifikasi sumber listrik agar ancaman serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

RUPTL : Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik

DPP FABEM – SM & DPW FABEM Sumatera Utara Urgensi Meminta Presiden Prabowo Subianto untuk Mengevaluasi atau Merevisi skema RUPTL yang baru disahkan oleh kementerian ESDM 2025 – 2034.

Dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berlaku saat ini 2025 – 2034 sudah sejauh mana menghadirkan solusi untuk ketahanan Energi Nasional .

RUPTL PLN adalah singkatan dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Ini adalah dokumen perencanaan strategis yang disusun oleh PT PLN (Persero) bersama Kementerian ESDM yang berfungsi sebagai cetak biru atau peta jalan pengembangan sektor kelistrikan nasional untuk jangka waktu 10 tahun.

Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) adalah “otak” yang membuat regulasi, kebijakan, serta target energi, sementara PT PLN (Persero) adalah “badan/otot” yang mengeksekusinya di lapangan untuk melayani masyarakat.

Berikut adalah penjabaran lebih detail mengenai analogi tubuh manusia tersebut:Kementerian ESDM (Otak / Kepala):Berperan sebagai pembuat keputusan strategis dan perumus kebijakan.Menentukan arah transisi energi (dari fosil ke energi terbarukan).Menentukan tarif dasar listrik (penyesuaian tarif) dan kuota subsidi.

PT PLN / BUMN (Badan / Otot):Berperan sebagai operator utama yang menyalurkan listrik untuk kepentingan umum.Melaksanakan pembangunan pembangkit, pemeliharaan jaringan, hingga distribusi listrik ke rumah.Bertanggung jawab langsung atas keluhan pelanggan, gangguan teknis, dan operasional.

Selain dua elemen tersebut, terdapat juga Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) di bawah Kementerian ESDM yang bertugas mengatur perizinan dan keselamatan instalasi (seperti NIDI dan SLO).

Tags: BatubaralistrikPLN
ShareTweetSend

Related Posts

Pembangkit Listrik Berbasis Energi Terbarukan
Opini

Pembangkit Listrik Berbasis Energi Terbarukan

22 Jun 2026 20:33
Pemadaman Listrik Bikin Hajatan Akhir Tahun Madrasah Hancur
Daerah

Pemadaman Listrik Bikin Hajatan Akhir Tahun Madrasah Hancur

20 Jun 2026 14:47
Tips AC Hemat Listrik, Rumah Tetap Adem Tanpa Bikin Dompet Nangis!
Lifestyle

Tips AC Hemat Listrik, Rumah Tetap Adem Tanpa Bikin Dompet Nangis!

13 Jun 2026 18:00
Kosleting Listrik Rumah Dede Ratna di Ciledug Garut Jadi Arang di Lahap Api di Tengah Malam
Berita Utama

Kosleting Listrik Rumah Dede Ratna di Ciledug Garut Jadi Arang di Lahap Api di Tengah Malam

31 Mei 2026 16:40
DPR Minta PLN Bayar Kompensasi atas Pemadaman Listrik Massal di Sumatra
News

DPR Minta PLN Bayar Kompensasi atas Pemadaman Listrik Massal di Sumatra

30 Mei 2026 18:24
Ketimpangan Elektrifikasi Jadi Sorotan, Daerah Penghasil Batu Bara Belum Nikmati Listrik
News

Ketimpangan Elektrifikasi Jadi Sorotan, Daerah Penghasil Batu Bara Belum Nikmati Listrik

27 Apr 2026 16:41
Next Post
Wamenaker Ajak Generasi Muda Optimalkan Potensi Digital di Sektor UMKM

Wamenaker Ajak Generasi Muda Optimalkan Potensi Digital di Sektor UMKM

PBSI Kota Tasikmalaya Gelar Open Cup 2026, Ratusan Atlet Berebut Piala Kapolres

PBSI Kota Tasikmalaya Gelar Open Cup 2026, Ratusan Atlet Berebut Piala Kapolres

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
Buat Lulusan SMA SMK! PT Hua Yii Bandung Buka Loker Operator Produksi, Minat?

Buat Lulusan SMA SMK! PT Hua Yii Bandung Buka Loker Operator Produksi, Minat?

18 Jun 2026 15:51
Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

17 Jun 2026 16:30
Buat Lulusan SMA! Excelso Cafe Bandung Buka Loker Crew Cafe

Buat Lulusan SMA! Excelso Cafe Bandung Buka Loker Crew Cafe

19 Jun 2026 14:26
Wujudkan Kebijakan Tepat, Menperin Ajak Industri Sampaikan Data Akurat

Wujudkan Kebijakan Tepat, Menperin Ajak Industri Sampaikan Data Akurat

0
Krisis Air di Majalengka Baru Akan Muncul Saat Rebutan Air dengan Petani Bawang Merah

Krisis Air di Majalengka Baru Akan Muncul Saat Rebutan Air dengan Petani Bawang Merah

0
Pemkab Majalengka Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemkab Majalengka Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan

0
PBSI Kota Tasikmalaya Gelar Open Cup 2026, Ratusan Atlet Berebut Piala Kapolres

PBSI Kota Tasikmalaya Gelar Open Cup 2026, Ratusan Atlet Berebut Piala Kapolres

0
Krisis Air di Majalengka Baru Akan Muncul Saat Rebutan Air dengan Petani Bawang Merah

Krisis Air di Majalengka Baru Akan Muncul Saat Rebutan Air dengan Petani Bawang Merah

23 Jun 2026 13:19
Wujudkan Kebijakan Tepat, Menperin Ajak Industri Sampaikan Data Akurat

Wujudkan Kebijakan Tepat, Menperin Ajak Industri Sampaikan Data Akurat

23 Jun 2026 13:10
Pemkab Majalengka Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemkab Majalengka Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan

23 Jun 2026 13:00
PBSI Kota Tasikmalaya Gelar Open Cup 2026, Ratusan Atlet Berebut Piala Kapolres

PBSI Kota Tasikmalaya Gelar Open Cup 2026, Ratusan Atlet Berebut Piala Kapolres

23 Jun 2026 12:45

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.