TERASJABAR.ID – Anggota DPRD Jawa Barat, Drs. H. Yod Mintaraga, MPA, menggelar agenda reses di GOR Putra Cipondok, Kec. Sukaresik, Kab. Tasikmalaya, Jumat (12/6/2026). Pertemuan ini mempertemukannya dengan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) setempat guna mendengarkan langsung aspirasi warga.
Udara sore di salah satu sudut Kota Tasikmalaya terasa hangat, diwarnai obrolan gayeng dan sesekali gelak tawa. Yod Mintaraga, politisi senior sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat, berdiskusi bersama puluhan perwakilan ormas lokal. Agenda reses hari itu sengaja dibuat santai agar diskusi mengalir tanpa sekat.
Perwakilan ormas yang hadir datang dari berbagai latar belakang, mulai dari kepemudaan, keagamaan, hingga pegiat sosial. Mereka tampak antusias menyampaikan unek-unek serta harapan mereka terkait pembangunan di wilayah Tasikmalaya dan Jawa Barat.
“Punten, Mang Yod,” ujar salah satu ketua ormas sambil mengangkat tangan. Ia menyampaikan keluhan terkait pemulihan ekonomi akar rumput dan perlunya dukungan nyata untuk UMKM lokal di Tasikmalaya.
Di kesempatan lain, perwakilan ormas keagamaan menyoroti pentingnya bantuan perbaikan fasilitas sosial dan keagamaan di pelosok desa yang selama ini luput dari perhatian. Mereka menitipkan aspirasi agar pemerintah provinsi lebih merata dalam menyalurkan bantuan hibah maupun program pemberdayaan masyarakat.
Yod Mintaraga, yang juga duduk di Komisi IV DPRD Jabar (membidangi infrastruktur), menyimak setiap masukan dengan saksama. Sambil mencatat poin-poin penting di buku agendanya, ia menanggapi keluhan tersebut dengan gaya komunikasi yang luwes dan merakyat.
Ia menegaskan bahwa Reses bukan sekadar acara seremonial formal, melainkan instrumen penting dewan untuk menjemput bola. Yod berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut agar bisa masuk dalam rancangan anggaran dan program kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Suasana pertemuan ditutup dengan jabat erat dan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas serta memajukan Tasikmalaya. Momen Reses ini menjadi bukti nyata sinergi antara wakil rakyat di tingkat provinsi dan elemen masyarakat di daerah.*
















