TERASJABAR.ID – Gunung Papandayan di kawasan Cisurupan, Garut, Jawa Barat, pada musim libur ini dipadati wisatawan domestik dan komunitas pencinta alam dari berbagai daerah. Gunung berapi yang masih aktif dengan ketinggian 2.665 mdpl terkenal ramah pemula. Gunung ini menyuguhkan pesona kawah belerang, Hutan Mati pasca letusan tahun 2002 dan hamparan padang edelweiss Tegal Alun.
Mendaki ke puncak Papandayan, jalurnya relatif landai, hingga menjadikannya destinasi favorit untuk lintas alam maupun berkemah. Fasilitas yang tersedia selain Area camping (Pondok Saladah), parkir luas, toilet, warung makan dan tersedia pemandian air panas, terang Pengelola saat dikonfirmasi Minggu (28/6/2026).
Bagi pengunjung yang masuk ke kawasan ini dikenakan tiket Rp30.000/per- orang pada hari kerja. Adapun tiket akhir pekan disesuaikan kebijakan pengelola. Khusus parkir motor dipatok Rp17.000. Adapun harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk update tarif dan reservasi, Anda bisa mengunjungi TWA Papandayan.
Sementara itu, spot foto dan jalur pendakian menuju Kawah Papandayan, Anda akan melewati Kawah Mas dan Kawah Baru yang aktif mengeluarkan uap belerang.
Berikutnya Pondok Saladah : Area perkemahan utama yang dikelilingi pohon edelweiss dan sumber air yang melimpah. Cam David (Gerbang Utama) Ponfok Ssladah, estimasi waktu pendakian Sekitar 2 – 3 jam. Sedangkan dari Pondok Saladah ke Hutan Mati Sekitar 30 – 45 menit. Lalu dari Hutan Mati ke Tegal Alun Sekitar 1,5 jam.
Seperti diketahui, Hutan Mati merupakan Lanskap unik berupa deretan batang pohon cantigi yang menghitam akibat letusan. Sedangkan Tegal Alun adalah Padang edelweiss yang sangat luas dan ikonik di puncak gunung.
Tentu Anda penasaran ingin mendaki ke Gunung Papandayan. Sila reservasi ke pengelola.












