TERASJABAR.ID – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 momentum krusial untuk memperkuat sinergi berbagai elemen bangsa dalam memerangi peredaran gelap narkoba. Semangat ini turut digaungkan dalam rangkaian agenda pergerakan mahasiswa di Kabupaten Kuningan melalui Forum Grup Diskusi (FGD).
Kegiatan FGD dan Raker PC PMII Periode 2025/2026 ini berlangsung di Gedung BKPSDM Jl. Desa Cikaso Kramatmulya, Kuningan, dihadiri jajaran pengurus, kader, para alumni dan majelis pembina cabang, Ahad, 28 Juni 2026.
Kepala BNNK Kuningan, Agus Mulya,, yang kapasitasnya sebagai Majelis Pembina Daerah (Mabinda) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat, menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa dalam mewujudkan lingkungan bersih dari narkoba (Bersinar).
Hal itu selaras dengan semangat Pengurus Cabang (PC) PMII dalam giat Focus Group Discussion (FGD) dan Raker Cabang.
Agenda besar ini bertajuk “Meneguhkan Gerakan, Mewujudkan PMII Kuningan yang Transformatif & Progresif untuk Kabupaten Kuningan yang Melesat”.
Ketua PC PMII Kuningan, Rizal Nurfahrozy, menut urkan, kader-kader PMII di Kuningan siap mengawal isu-isu strategis daerah, termasuk membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.
“Melalui momentum HANI 2026 ini, kami ingin meneguhkan gerak PMII Kuningan agar tidak hanya progresif secara intelektual, tetapi juga transformatif dalam memberikan dampak sosial nyata, salah satunya bersinergi dengan BNNK untuk menolak keras segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” ujar Rizal.
Ketua BNNK Kuningan Agus Mulya, selaku tokoh senior PMII Jawa Barat, mengapresiasi langkah progresif yang diinisiasi oleh PC PMII Kabupaten Kuningan. Kolaborasi antara institusi formal BNNK dan organisasi kepemudaan berbasis massa seperti PMII adalah kunci utama dalam menciptakan ketahanan wilayah dari bahaya narkotika. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan program kerja nyata yang dapat mengakselerasi kemajuan Kabupaten Kuningan ke depan.(*)

















