TERASJABAR.ID – Diet OCD merupakan pola makan yang menyerupai puasa dengan cara membatasi waktu makan dalam satu hari, yang dikenal sebagai jendela makan.
Durasi jendela makan ini dapat berbeda pada tiap orang, tergantung kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai.
Pada prinsipnya, diet OCD sejalan dengan konsep intermittent fasting, yaitu mengatur siklus makan dan puasa secara terencana agar tubuh beradaptasi secara bertahap.
Metode ini dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier dan cukup dikenal sebagai cara menurunkan berat badan.
Meski begitu, diet OCD tetap perlu dilakukan dengan bijak agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa memicu efek samping yang merugikan kesehatan.
Pola diet OCD dapat diterapkan dengan berbagai pilihan, mulai dari jendela makan 12 jam untuk pemula, hingga 8 jam atau bahkan 4 jam bagi mereka yang sudah terbiasa.
Ada pula metode 5:2, yaitu makan normal selama lima hari dan membatasi asupan kalori selama dua hari dalam seminggu.
Selain itu, sebagian orang memilih makan hanya satu kali sehari, meski cara ini tergolong ekstrem dan tidak dianjurkan bagi pemula.
Jika dilakukan dengan tepat, diet OCD dapat memberikan sejumlah manfaat, seperti membantu menurunkan berat badan, mengontrol kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, memperbaiki metabolisme, serta mengurangi peradangan dalam tubuh.
Namun, pola makan ini juga berisiko menimbulkan keluhan seperti pusing, dehidrasi, gangguan tidur, atau masalah pencernaan.
Diet OCD tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi tertentu, seperti diabetes, gangguan makan, tekanan darah rendah, ibu hamil dan menyusui, atau mereka yang sedang mengonsumsi obat tertentu.
Oleh karena itu, sebelum menjalani diet OCD, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar aman dan sesuai kondisi tubuh.-***
















