“Tentu program intervensi pangan tidak akan hanya dilakukan oleh pusat, turut pula dilakukan oleh pemerintah daerah juga. Semua mengkolaborasikan agar kebutuhan masyarakat akan pangan tak terkendala. Mudah-mudahan ini juga sebagai bagian daripada pengendalian inflasi,” ujarnya.
Untuk realisasi pelaksanaan GPM secara nasional selama Maret ini total telah mencapai 789 kali di berbagai daerah setidaknya di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.
Tidak hanya GPM yang menyediakan pangan secara umum, pemerintah pun menggelar GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku kualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).
GPM khusus daging ayam beku ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idulfitri.
Program ini merupakan kolaborasi antara Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk. Masyarakat dapat mengetahui sebaran lokasi GPM daging ayam ras beku melalui tautan: bit.ly/gpmdagingayam2026.
GPM khusus lainnya sebagai langkah stabilisasi harga daging ruminansia juga Bapanas dorong bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari.
Harapannya pasokan daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau melalui outlet-outlet kedua BUMN pangan yang tergabung di dalam ID FOOD tersebut.
Untuk realisasi SPHP beras selama Maret ini telah kembali dilanjutkan tanpa jeda oleh Perum Bulog. Sampai 13 Maret, realisasi penjualan beras SPHP di Maret ini telah mencapai 19,5 ribu ton.
















