“Dengan kondisi rumah yang lebih kokoh sekarang, Muhyidin dan keluarganya kini tinggal dengan rasa aman, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut,” tambah Saidah.
Selain di Papua Barat, Program RLHB juga dilaksanakan di wilayah Aceh. Saidah menyebutkan, BAZNAS RI telah menyelesaikan perbaikan sebanyak 27 rumah mustahik di daerah tersebut. “Proses perbaikan di daerah ini sempat menghadapi hambatan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Meski demikian, kendala tersebut tidak berdampak signifikan terhadap proses perbaikkan rumah,” jelas Saidah.
“Putusnya akses dan kondisi wilayah yang sempat terisolasi dapat diatasi dengan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.
Ke depan, Saidah menegaskan, BAZNAS tetap berkomitmen melanjutkan Program RLHB pada tahun 2026. BAZNAS juga akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan program sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga melalui bantuan rumah layak huni ini dapat membantu para mustahik dalam memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik,” kata Saidah.***
















