Sementara itu, Kepala BPJPH, Dr. H. Ahmad Haikal Hassan, S.T., M.T., menegaskan komitmen penuh instansinya untuk menggerakkan seluruh ekosistem halal di Indonesia agar berkontribusi nyata melalui instrumen filantropi Islam.
Gerakan ini rencananya akan melibatkan jaringan luas BPJPH yang tersebar di seluruh daerah, mulai dari auditor halal, penyelia, hingga ratusan ribu Pendamping Proses Produk Halal (P3H).
Melalui integrasi sistem dengan UPZ BAZNAS, BPJPH berupaya memastikan bahwa kekuatan ekonomi dari sektor halal berbanding lurus dengan penguatan jaring pengaman sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
“Ratusan ribu pendamping, puluhan ribu auditor, penyelia, Satgas, bahkan UPT di seluruh Indonesia. Kita akan mengeluarkan zakat untuk menguatkan Indonesia; bukan cuma zakat, tapi sedekah, infak, dan wakaf juga. Saya akan mempelopori gerakan ini yang nanti dilanjutkan bersama jajaran untuk membayar zakat di sini (UPZ), dan nama saya menjadi nomor satu yang mendaftar,” tegas sosok yang akrab disapa Babeh Haikal tersebut saat secara simbolis menunaikan kewajiban zakatnya.
Turut hadir dalam agenda tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A.; Deputi I BAZNAS RI, M. Arifin Purwakananta; serta Direktur Bidang Pengumpulan Badan, H. Faisal Qosim, Lc., M.A., CFRM.***
















