Kiai Noor juga berharap, meningkatnya kepercayaan publik terhadap BAZNAS dapat mendorong zakat untuk memperkuat Indonesia.
“Kami ingin zakat hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan umat dan bangsa, sekaligus berkontribusi dalam menguatkan Indonesia, khususnya pada penanganan dan pemulihan pascabenca,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyampaikan, upaya pencapaian target Rp515 miliar akan didorong melalui peningkatan kualitas dan kemudahan layanan kepada para muzaki.
“Pada Ramadan tahun ini, kami memperkuat berbagai kanal pembayaran zakat yang lebih mudah diakses masyarakat, baik melalui platform digital maupun layanan konvensional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan layanan digital dilakukan melalui optimalisasi kanal pembayaran zakat di website BAZNAS, platform daring, serta kerja sama dengan perbankan dan penyedia layanan keuangan digital.
“Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah perkotaan dan generasi muda,” ujar Rizaludin.
Selain itu, tambah Rizaludin, BAZNAS juga akan memperluas layanan jemput zakat serta membuka gerai-gerai zakat di berbagai titik strategis, seperti di pusat pembelanjaan (mal) untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan langsung.
“Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mulai dari kementerian dan lembaga, badan usaha milik negara, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat tergali lebih optimal,” kata Rizaludin.
















