Sementara itu, 7 persen wilayah di Jabar seperti Cimahi akan mengalami musim kemarau lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, khusus Kota Bogor, hujan diprediksi cenderung terjadi sepanjang tahun sehingga perbedaan musim kemarau dan hujan tidak tampak.
Sebagian besar atau 56 persen wilayah di Jawa Barat akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, seperti Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya.
Kemudian, 30 persen wilayah di Jabar akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, di antaranya Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Cianjur dan Kota Sukabumi.
Hanya 10 persen wilayah di Jabar yang sudah memasuki musim kemarau pada April 2026 dan 2 persen pada Maret 2026.
BMKG memprediksi sebagian besar atau 90 persen wilayah di Jawa Barat mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Rekomendasi
Menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan panjang, BMKG merekomendasikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan waduk dan bendungan. Selain itu, perlu dilakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi embung atau tampungan air.
“Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat. Kita juga perlu hemat air,” kata Vivi.
















