TERASJABAR.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah desa dan sekolah di Kec. Cileunyi, Kab. Bandung kembali jadi sorotan. Selain dilihat dari kasat mata menu MBG yang didistribuskan dari dapur Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak layak dan tak memenuhi gizi, juga nilai 1 porsi MBG paling banter Rp 5.000 atau Rp 6.000.
Sorotan terutama pada MBG untuk penerima manfaat ibu ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui) dan balita atau B3 yang didistribusikan oleh kader Posyandu dan MBG bagi murid SD. “Cik atuh nya ari kanggo balita mah ulah nganggo kacang bulu sareng seupan sampeu dan moal resepeun,” kata Didin Suhendar, Ketua RW 10 Kampung Sukahayu, Desa Cinunuk, Jumat (27/2/2026).
Keluhan Didin ini setelah menu MBG yang diterima oleh kader Posyantu tadi pagi sekitar pukul 10.00 menunya dinilai tak layak terutama untuk balita. Selain ubi, kacang, ada telur, roti dan korma. “Kacang bulu sareng seupan hui mah kanggo ABG (angkatan babeg gue) nembe tiasa katuang. Tos benten jaman ayeuna mah,” tutur seorang dalang ini.
Menu MBG yang dikeluhkan terjadi pula di SD Bakti Nusantara, Desa Cimekar. Menu MBG untuk murid SD tersebut seperti susu dan roti tak layak yang nilainya tak sampai Rp 5.000/porsi. “Katanya MBG yang dibagikan Kamis (27/2/2026) Rp 10.000, tapi kok ga nilainya tak sampai Rp 5.000,” tulis salah seorang orang tua murid SD tersebut yang di posting di Facebook (FB) Info Cileunyi.
Sementara itu, MBG di Cileunyi yang menunya jadi sorotan, insentif bagi kader Poyandu yang mendistribusi bagi B3 kini dipertanyakan. Pasalnya, insentif bagi kader Posyandu yang medistribusikan MBG untuk B3 tak merata. Ada yang telah menerima Rp.1.000, ada yang Rp 500/porsi dan ada yang sama sekali belum menerima.
Seperti di Desa Cileunyi Kulon, Cileunyi Wetan dan Desa Cibiru Hilir masih banyak kader Posyandu belum menerima insentif, termasuk di Desa Persiapan Pandanwangi. “Hingga saat ini kader Posyandu Puspa Sehat 27 belum menerima insentif,” kata Rudi Wahudi, Ketua RW 27 Permata Biru, Desa Persiapan Pandanwangi.
Sedangkan kader Posyandu Puspa Sehat 10 (RW 10) dan Puspa Sehat 21 (RW 21), Desa Cinunuk sudah menerima insentif. “Ya, kader Posyandu Puspa Sehat 21 yang mendistribusikan MBG bagi B3 telah menerima insentif Rp 1.000/porsi. MBG bagi B3 di kita tak ada persoalan,” kata Esti Aryanti, Ketua Posyandu Puspa Sehat 21 Komplek Griya Bukit Manglayang.*
















