Selain itu, Mendikdasmen menaruh perhatian pada aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa perundungan masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan melalui pembangunan budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama.
Dalam kunjungan ke SMP–SMA Amanatul Ummah, Mendikdasmen mengapresiasi praktik pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan pendidikan pesantren.
Ia menilai ikrar yang dibacakan secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin dan tanggung jawab.
“Ikrar yang tadi dibacakan itu luar biasa dan sangat mendukung program kami, terutama terkait larangan merokok. Ini bisa menjadi contoh nasional, sekolah model tingkat nasional di mana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok,” ungkap Mendikdasmen.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan dibangun melalui sistem yang dijalankan secara disiplin dan bertanggung jawab, serta peran guru sebagai teladan moral, pendamping, dan pembimbing bagi peserta didik.
Ia juga menegaskan ikrar sivitas akademika yang menekankan komitmen untuk menjadi insan yang beriman, bertakwa, berilmu, disiplin, bertanggung jawab, bersih, sopan, ramah, dan rapi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendikdasmen dan berharap kunjungan tersebut dapat memberikan pencerahan bagi pengembangan pendidikan di daerah.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
















