terasjabar.id
Jumat, 20 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Jumat, 20 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Empati yang Pudar

Herman by Herman
16 Okt 2025 14:04
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
SADAR MATI

Oleh : Subchan Daragana
Pemerhati Sosial

Ada satu sifat yang perlahan memudar di tengah hiruk pikuk dunia modern — empati.
Sifat yang dulu menjadi ciri manusia berhati lembut, kini terasa semakin langka. Kita masih berbicara, masih saling bertemu, bahkan tersenyum di depan layar, namun seringkali hati kita sudah jauh. Kita tidak benar-benar mendengar, tidak benar-benar hadir, dan tidak lagi mampu merasakan apa yang orang lain rasakan.

ADVERTISEMENT

Empati, dalam makna sejatinya, adalah kemampuan menempatkan diri di dalam perasaan orang lain. Bukan hanya memahami dari kepala, tapi turut merasakan dari hati. Bahasa Arab mengenalnya dengan ta‘āṭuf — saling berbelas rasa — dan rahmah, kasih sayang yang mendorong tindakan nyata. Maka, orang yang berempati bukan sekadar merasa iba, tapi tergerak untuk meringankan. Ia hadir, bukan sekadar tahu.

Rasulullah ﷺ adalah teladan tertinggi dalam hal ini. Beliau mempercepat bacaan shalat ketika mendengar tangisan bayi agar sang ibu tak resah. Beliau meneteskan air mata saat melihat penderitaan umatnya, dan melarang sahabat mengambil anak burung dari sarangnya agar induknya tidak gelisah.
Empatinya begitu halus, menjangkau seluruh makhluk. Karena kasih beliau bukan lahir dari rasa kasihan, tapi dari pandangan cinta — cinta seorang hamba yang hatinya selalu terhubung dengan Allah.

Empati bukan sekadar kemampuan sosial, tapi kondisi spiritual. Hati yang telah disucikan akan mudah menangis karena penderitaan orang lain. Imam Al-Ghazali pernah menulis, “Hati yang bersih melihat dirinya dalam diri orang lain.” Maka, ketika seseorang tidak lagi mampu merasakan apa yang orang lain rasakan, itu pertanda bahwa hatinya mulai keras, tertutup oleh debu ego dan kesibukan dunia.

Kini, ruang-ruang empati di sekitar kita seakan menipis.
Di rumah, suami dan istri sering lebih cepat membela diri daripada saling memahami. Ketika satu mengeluh, yang lain sibuk menjelaskan bahkan menyalahkan , bukan mendengarkan. Padahal terkadang, pasangan kita tidak butuh solusi — hanya butuh dipeluk, didengarkan, dan dirasakan.
Orang tua pun kadang lupa bahwa anak bukan sekadar objek nasihat, tetapi jiwa yang juga ingin dimengerti. Nasehat tanpa empati mudah terdengar seperti perintah; sementara empati membuat nasihat menjadi pelukan yang menenangkan.

RELATED POSTS

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

Bandung, City of Memories

MORAL FATIGUE

Di dunia kerja dan bisnis, empati sering kalah oleh hitung-hitungan keuntungan. Kita menilai mitra dari laba, bukan dari rasa. Padahal kerja sama tanpa empati hanyalah transaksi, bukan kemitraan. Dan di ruang kekuasaan, banyak pejabat kehilangan empati terhadap rakyatnya. Mereka berbicara tentang pembangunan, tapi lupa mendengar tangisan di balik tembok rumah yang roboh. Padahal kepemimpinan sejati lahir dari kemampuan untuk merasakan — bukan hanya memerintah.

Dalam pandangan psikologi, empati adalah jembatan emosional antara dua hati. Ia tumbuh dari kepekaan mendengar, memahami bahasa tubuh, dan membuka diri terhadap luka orang lain. Orang yang berempati tidak mudah menghakimi, karena ia tahu: setiap orang membawa beban yang tak terlihat.
Empati juga menumbuhkan ketenangan. Hati yang mampu merasakan orang lain akan lebih mudah bersyukur, lebih lapang memaafkan, dan lebih lembut dalam bersikap.

Page 1 of 2
12Next
Tags: OpiniSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi
Berita Utama

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

15 Mar 2026 21:02
“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “
Berita Utama

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

13 Mar 2026 04:38
WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)
Berita Utama

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

11 Mar 2026 08:56
Bandung, City of Memories
Berita Utama

Bandung, City of Memories

2 Jan 2026 03:20
MORAL FATIGUE
Berita Utama

MORAL FATIGUE

25 Des 2025 17:36
THE MIRRORING ATTITUDE (Cermin Langit)
Opini

THE MIRRORING ATTITUDE (Cermin Langit)

19 Des 2025 07:52
Next Post
Bandung Mantapkan Langkah Ajukan Kawasan Asia Afrika ke UNESCO

Bandung Mantapkan Langkah Ajukan Kawasan Asia Afrika ke UNESCO

KDM Akan Gunakan Pesawat Hadiri Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke 24

KDM Akan Gunakan Pesawat Hadiri Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke 24

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!

Buat Lulusan SMA, PT Indofood Padalarang Bandung Adakan Loker Admin!

19 Mar 2026 14:50
Info Loker Barista, Calf Coffee Bandung Gelar Lowongan Buat Lulusan SMA SMK

Info Loker Barista, Calf Coffee Bandung Gelar Lowongan Buat Lulusan SMA SMK

13 Mar 2026 15:00
Self Love dalam Nada: 7 Lagu Barat yang Bikin Kamu Lebih Menghargai Diri Sendiri

Self Love dalam Nada: 7 Lagu Barat yang Bikin Kamu Lebih Menghargai Diri Sendiri

4 Agu 2025 06:00
Yuddy Renaldi Menanti Asa dari Yang Maha Kuasa

Yuddy Renaldi Menanti Asa dari Yang Maha Kuasa

13 Mar 2026 11:20
Ditangkap Karena Pengrusakan Mobil Angkutan Umum, Ketahuan Bawa Obat-obatan Terlarang

Ditangkap Karena Pengrusakan Mobil Angkutan Umum, Ketahuan Bawa Obat-obatan Terlarang

0
Puluhan Ribu Pemudik Masuk Kuningan, Setiap 15 Menit Ada 728 Ranmor

Puluhan Ribu Pemudik Masuk Kuningan, Setiap 15 Menit Ada 728 Ranmor

0
Beredar Surat Undangan Sholat Idulfitri oleh Pemkab Bandung Jumat Besok, Sekda Bilang Itu Hoax

Beredar Surat Undangan Sholat Idulfitri oleh Pemkab Bandung Jumat Besok, Sekda Bilang Itu Hoax

0
Jelang Lebaran, Polresta Cirebon Ungkap Peredaran Uang Palsu Rp12 Miliar

Jelang Lebaran, Polresta Cirebon Ungkap Peredaran Uang Palsu Rp12 Miliar

0
Ditangkap Karena Pengrusakan Mobil Angkutan Umum, Ketahuan Bawa Obat-obatan Terlarang

Ditangkap Karena Pengrusakan Mobil Angkutan Umum, Ketahuan Bawa Obat-obatan Terlarang

20 Mar 2026 05:29
Puluhan Ribu Pemudik Masuk Kuningan, Setiap 15 Menit Ada 728 Ranmor

Puluhan Ribu Pemudik Masuk Kuningan, Setiap 15 Menit Ada 728 Ranmor

20 Mar 2026 05:25
Beredar Surat Undangan Sholat Idulfitri oleh Pemkab Bandung Jumat Besok, Sekda Bilang Itu Hoax

Beredar Surat Undangan Sholat Idulfitri oleh Pemkab Bandung Jumat Besok, Sekda Bilang Itu Hoax

19 Mar 2026 22:05
Jelang Lebaran, Polresta Cirebon Ungkap Peredaran Uang Palsu Rp12 Miliar

Jelang Lebaran, Polresta Cirebon Ungkap Peredaran Uang Palsu Rp12 Miliar

19 Mar 2026 20:52
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.