TERASJABAR.ID – Gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran kini berada di titik kritis.
Situasi memanas setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon yang menewaskan sedikitnya 254 orang.
Demikian dilaporkan otoritas setempat.
Teheran pun mengancam akan kembali ke jalur konflik jika serangan tersebut terus berlanjut.
Ketegangan ini juga berdampak pada posisi strategis Selat Hormuz, yang pembukaannya kini terancam.
Iran memperingatkan akan menutup jalur vital itu jika agresi Israel tidak dihentikan.
Di tengah situasi ini, kelompok Hizbullah mengaku telah meluncurkan roket ke wilayah utara Israel sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata.
Meski Washington dan Teheran sama-sama mengklaim keberhasilan dalam kesepakatan damai, retakan langsung muncul ketika Israel meningkatkan serangan, termasuk ke pusat Beirut.
Kepala HAM PBB, Volker Türk, mengecam keras aksi tersebut sebagai tragedi mengerikan. Organisasi kemanusiaan juga menyuarakan kemarahan atas besarnya korban di wilayah padat penduduk.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran menegaskan kesiapan untuk membalas jika serangan tidak dihentikan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel tetap melanjutkan operasi militernya.
Ketegangan ini terjadi menjelang pertemuan penting di Pakistan yang akan membahas nasib Selat Hormuz.-***
















