Meski sorotan utama tertuju pada Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Lewotowok—yang berjarak hanya beberapa kilometer darinya—juga menunjukkan tanda-tanda aktivitas, meskipun tidak seintens “saudara laki-lakinya”.
Lewotowok, yang secara historis lebih jarang erupsi dibandingkan Lewotobi Laki-laki, tetap berada dalam status pengawasan ketat oleh PVMBG.
Data terbaru menunjukkan adanya gempa-gempa kecil dan emisi asap tipis dari kawahnya, mengindikasikan potensi aktivitas vulkanik yang bisa meningkat kapan saja.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas
- Bantu Evakuasi dan Dapur Umum, Pemkot Bandung Hadir di Bandung Barat
- Sinergi Pemerintah dan KAI Perkuat Konektivitas Sukabumi–Bogor–Bandung Barat untuk Pertumbuhan Wilayah
- Dibidik MU dan Atletico, Casado Pilih Setia pada Barcelona
- Awal Pekan IHSG Ditutup Menguat 24,32 Poin ke Posisi 8.975,33 Senin 26 Januari 2026, Ini Pemicunya
Kedua gunung ini terletak di sistem vulkanik yang sama, sehingga aktivitas salah satunya sering kali memengaruhi yang lain.
Pada masa lalu, erupsi besar Lewotobi Laki-laki kerap diikuti oleh peningkatan aktivitas di Lewotowok, meskipun tidak selalu mencapai skala yang sama.
Untuk saat ini, status Lewotowok masih berada di Level II (Waspada), namun warga di sekitar kedua gunung diminta tetap siaga mengingat potensi banjir lahar hujan jika intensitas hujan meningkat.

















