TERASJABAR.ID – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri, menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada 28–29 Januari sebagai peringatan penting bagi stabilitas sektor keuangan nasional.
Ia menilai penurunan tersebut mengindikasikan masih adanya persoalan mendasar dalam struktur pasar modal Indonesia yang perlu segera dibenahi.
“Kalau terkait dengan pasar saham kita, memang saat ini punya masalah-masalah struktural yang harus dibenahi. Ketika kemarin sempat jeblok beberapa kali dan bahkan terancam di-downgrade oleh MSCI, tentu saja ini menjadi persoalan,” ujar Hanif, sebagaimana ditulis Parlementaria pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Menurutnya, tekanan di sektor keuangan tidak semata dipicu faktor global, tetapi juga dipengaruhi dinamika di dalam negeri.
Mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), yang kemudian diikuti sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah anjloknya IHSG, turut menjadi perhatian DPR.
Ia pun mendorong OJK agar segera melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya dalam fungsi pengawasan dan pengaturan pasar modal.
Penguatan tata kelola dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan dan kualitas pasar modal nasional.
Hanif menegaskan bahwa perbaikan tidak boleh dilakukan setengah-setengah, melainkan harus menyentuh seluruh aspek pengelolaan.
DPR, kata dia, terus memantau proses transisi di tubuh OJK dan BEI agar tidak memicu kekosongan kebijakan yang berpotensi memperburuk sentimen pasar.
Ke depan, Komisi XI berencana memanggil OJK untuk membahas persoalan ini secara khusus.-***














