Disebutkan, kinerja ekspor Industri Pengolahan sangat baik, pada tahun 2023 tercatat tumbuh 1,73 persen, kemudian melonjak di tahun 2024 mencapai 6,85 persen dan terus melanjutkan kenaikan pada tahun 2025 menjadi 7,03 persen.
Di sisi lain impor Barang dan Jasa masih mengalami penurunan, di tahun 2023 minus 1,24 persen, di tahun 2024 8,15 persen dan pada tahun 2025 turun menjadi 4,77 persen.
Kenaikan ekspor dan penurunan impor merupakan bukti penguatan struktur industri pengolahan nasional.
”Jadi berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam 3 tahun terkahir, hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” jelas Menperin.
Pada tahun 2026 ini, untuk menjaga industri pengolahan terus tumbuh, Kemenperin akan memperkuat integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri besar atau industri dalam negeri. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan pemerataan ekonomi nasional.
”Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil, Kami akan meningkatkan integrasi Industri Kecil ke dalam rantai pasok Industri Nasional. Hal ini tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri tapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional,” tutur Agus.
Menperin menambahkan, arah kebijakan pemberdayaan industri kecil ke dalam rantai pasok industri sejalan dengan Asta Cita, khususnya yang berkaitan dengan penguatan industri nasional sebagai motor pertumbuhan ekonomi, peningkatan nilai tambah sumber daya dalam negeri, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta penguatan kemandirian dan daya saing bangsa.
“Dalam konteks ini, sektor industri pengolahan ditempatkan sebagai penggerak utama transformasi ekonomi menuju struktur ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan,” imbuhnya.
















