TERASJABAR.ID – Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu pada Selasa lalu.
Hal tersebut terjadi sesaat sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan serangan terhadap Iran berakhir.
Dalam kesepakatan itu, Teheran setuju membuka kembali Selat Hormuz untuk sementara, sementara Israel juga disebut mendukung langkah tersebut.
Trump menyatakan telah menerima proposal damai 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi.
Rencana itu mencakup tuntutan seperti pencabutan sanksi, penarikan militer AS dari Timur Tengah, pelepasan aset Iran yang dibekukan, serta pengakuan terhadap program nuklir Iran.
Iran juga menginginkan kendali atas Selat Hormuz, yang menjadi poin paling kontroversial.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut jalur pelayaran akan tetap dibuka di bawah pengawasan Iran.
Bahkan, ada wacana pungutan biaya bagi kapal yang melintas untuk mendanai rekonstruksi.
Namun, sejumlah pihak di AS meragukan proposal tersebut. Senator Chris Murphy menilai pemberian kendali Selat Hormuz kepada Iran bisa berdampak buruk bagi dunia.
Sementara itu, Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap penangguhan serangan, meski konflik di Lebanon belum termasuk dalam kesepakatan.
Ke depan, pembicaraan lanjutan direncanakan berlangsung di Islamabad, dengan mediasi Shehbaz Sharif, meski keputusan final dari AS masih belum ditetapkan.-***












