TERASJABAR.ID – Diabetes atau yang sering dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Meskipun keduanya memiliki gejala yang hampir serupa, terdapat perbedaan mendasar dari sisi penyebab, mekanisme penyakit, hingga penanganannya.
Diabetes tipe 1 terjadi ketika pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin akibat kerusakan sel beta.
Kondisi ini disebabkan oleh gangguan autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel beta pankreas.
Faktor genetik serta infeksi virus tertentu diduga berperan dalam munculnya penyakit ini.
Tanpa insulin, gula darah tidak dapat diolah menjadi energi sehingga kadarnya meningkat.
Sementara itu, pada diabetes tipe 2, tubuh masih menghasilkan insulin dalam jumlah normal.
Namun, sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap hormon tersebut sehingga insulin tidak bekerja secara optimal.
Akibatnya, kadar gula darah tetap tinggi. Diabetes tipe 2 umumnya berkaitan dengan gaya hidup tidak aktif, kelebihan berat badan, dan pertambahan usia.
Gejala kedua jenis diabetes meliputi sering haus dan lapar, sering buang air kecil, penurunan berat badan tanpa sebab, mudah lelah, penglihatan kabur, serta luka yang sulit sembuh.
Perbedaannya terletak pada kecepatan munculnya gejala.
Diabetes tipe 1 berkembang cepat dalam hitungan minggu, sedangkan tipe 2 muncul perlahan dan sering baru terdeteksi saat terjadi komplikasi.
Penanganan diabetes tipe 1 bergantung pada suntikan insulin seumur hidup.
Adapun diabetes tipe 2 dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan insulin bila diperlukan.
Pemeriksaan medis sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.-***
















