TERASJABAR.ID – Penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengganggu fungsi pernapasan apabila tidak ditangani dengan tepat.
Kondisi ini biasanya muncul akibat peradangan pada paru-paru atau infeksi yang dipicu oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri.
Beberapa bakteri yang sering menjadi penyebabnya antara lain Streptococcus pneumoniae, Mycobacterium tuberculosis, Bordetella pertussis, Mycoplasma pneumoniae, dan Chlamydia pneumoniae.
Salah satu penyakit paru-paru akibat bakteri yang cukup umum adalah pneumonia.
Infeksi ini menyebabkan peradangan pada kantong udara (alveoli) di paru-paru.
Penderitanya dapat mengalami demam, batuk berdahak, kelelahan, sesak napas, hingga nyeri dada.
Selain itu, ada juga tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Penyakit ini mudah menular melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin.
Gejala yang sering muncul antara lain batuk berkepanjangan lebih dari tiga minggu, demam, keringat malam, penurunan nafsu makan, dan kelelahan.
Jenis lain adalah bronkitis, yaitu peradangan pada saluran bronkus yang dapat dipicu oleh bakteri seperti Bordetella pertussis, Mycoplasma pneumoniae, dan Chlamydia pneumoniae.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan batuk yang berlangsung hingga beberapa minggu, disertai demam, pilek, sesak napas, dan rasa lelah.
Penanganan penyakit paru-paru akibat bakteri umumnya dilakukan dengan pemberian antibiotik oleh dokter.
Selain itu, obat lain seperti pereda demam, pereda nyeri, atau obat batuk juga dapat diberikan sesuai gejala yang dialami.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tangan, tidak berbagi peralatan makan, menghindari menyentuh wajah sembarangan, berhenti merokok, menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, serta memastikan waktu istirahat yang cukup setiap hari.-*











