Banyak daerah di lintas ini bertumpu pada sektor perdagangan lokal, pertanian, UMKM, dan pariwisata berbasis alam serta budaya.
Akses transportasi yang terjangkau mendukung kelancaran arus masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi dan destinasi wisata di sekitar stasiun-stasiun pemberhentian.
“Kereta api memberi kepastian waktu perjalanan, kapasitas angkut yang besar, serta biaya yang lebih terjangkau. Hal ini membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan mendorong perputaran ekonomi lokal di sekitar wilayah stasiun,” jelas Anne.
Selain aspek ekonomi, KA Kahuripan juga memiliki nilai sosial yang kuat. Layanan ini menghubungkan kota-kota besar dengan daerah menengah dan kecil di jalur selatan Jawa, sehingga memperluas akses transportasi publik bagi berbagai lapisan masyarakat.
Keterhubungan tersebut mendukung pemerataan akses perjalanan antardaerah dan menjaga kesinambungan interaksi sosial.
Sebagai bagian dari layanan PSO, KAI memastikan operasional KA Kahuripan berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan. Pengelolaan perjalanan dilakukan secara terukur agar mobilitas masyarakat tetap berlangsung aman dan tertib.
“Melalui pengoperasian KA Kahuripan, KAI berkomitmen mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat sekaligus memperkuat pergerakan sosial dan ekonomi di jalur selatan Jawa,” tutup Anne.***
















