TERASJABAR.ID – Segitiga Rebana sebagai kawasan pengembangan strategis di Jawa Barat adalah masa depan pembangunan kawasan industri terbesar dunia. Karena itu, kelembagaannya mesti diperkuat dengan langsung dipimpin Gubernur beserta tujuh kepala daerah di sekitar kawasan.
“Penguatan kelembagaan ini juga dimaksudkan agar pembangunan infrastruktur penunjang seperti Pelabuhan Patimban di Kab. Subang dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kab. Majalengka semakin meningkat fungsi konektivitas dan logistiknya,” kata Ketua Komisi I DPRD Jabar, H. Rahmat Hidayat Djati, Kamis (28/8/2025).
Hal itu dikemukakannya usai rapat kerja dengan Bappeda dan Biro Kerjasama Pemerintahan dan Otonomi Daerah, untuk membahas evaluasi terkait optimalisasi pembangunan Segitiga Rebana, pengelolaan Cekungan Bandung dan pengembangan Jabar Selatan.
Raker juga dihadiri Dinas Pelayanan Masyarakat Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Seperti diketahui, Segitiga Rebana merupakan kawasan pembangunan strategis di Jabar yang meliputi 7 kabupaten/kota, yaitu Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Subang dan Sumedang.
“Kawasan Rebana yang diproyeksikan sebagai pusat investasi baru juga dapat menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas legislator PKB ini.
“Kita harus betul-betul mempersiapkan sumber daya manusia, terutama anak-anak muda yang trampil dan punya kemampuan dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja yang canggih. Karenanya perlu dipersiapkan pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Dikatakan, sebagai pusat pengembangan kawasan, Rebana bertujuan untuk memaksimalkan potensi ekonomi Jabar, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang juga bertujuan untuk memeratakan pembangunan di wilayah timur laut Jabar.