Pendaftaran peserta dibuka pada 6–30 April 2026 melalui platform Aman Bersama di laman https://amanbersama.kemendikdasmen.go.id, dilanjutkan dengan tahap pengujian pada 1–22 Mei 2026.
Penilaian dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, aspek teknis memiliki bobot 70 persen dengan mengacu pada standar CVSS v3.1, sementara aspek pelaporan berbobot 30 persen.
Pada tahap kedua, lima finalis dari masing-masing kategori akan mengikuti wawancara dengan komposisi penilaian meliputi teknik pengujian (60 persen), komunikasi (20 persen), dan orisinalitas (20 persen).
Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup melalui Anugerah Bug Bounty 2026 pada 19 Juni 2026.
Wibowo juga mengajak seluruh insan pendidikan yang memiliki minat di bidang keamanan siber untuk berpartisipasi dalam ajang Bug Bounty 2026.
Ia juga menyampaikan jika pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Wibowo menyoroti meningkatnya serangan ransomware dan phishing berbasis kecerdasan artifisial (KA) sepanjang 2025.
Ia juga mengatakan jika para pemenang nantinya akan memperoleh uang pembinaan, sertifikat yang tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), serta kesempatan bergabung dalam komunitas Manggala Edu.***
Sumber: Kemendikdasmen
















