TERASJABAR.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara industri, lembaga kursus dan pelatihan (LKP), serta dinas pendidikan.
Upaya itu sebagai kunci menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing global dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Dalam giat Konsolidasi Kemitraan Strategis Industri, Lembaga Kursus, dan Dinas Pendidikan di Bali, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperluas pemaknaan tugas konstitusional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurutnya, selain membangun kapasitas intelektual, pendidikan juga harus memperkuat keterampilan praktis, kecakapan sosial, dan kesiapan kerja yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Tugas konstitusional mencerdaskan kehidupan bangsa harus kita maknai secara luas. Kecerdasan tidak boleh hanya dipahami dari aspek kognitif semata hingga melupakan keterampilan praktis yang melekat pada diri manusia,” kata Atip, dilansir siaran pers Kemendikdasmen.
Ia menjelaskan, ekosistem pendidikan yang kolaboratif akan membuka lebih banyak ruang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensi dan minatnya. Inilah yang menjadi misi utama Kemendikdasmen melalui penguatan lembaga kursus dan pelatihan (LKP).
“Saya telah melihat sendiri buktinya saat melepas ribuan lulusan LKP untuk bekerja di luar negeri pagi tadi. Mereka adalah bukti bahwa kecerdasan praktis mampu membuka pintu peluang global yang sangat luas,” tambahnya.
Atip mengatakan bahwa LKP memiliki misi vital untuk mewadahi individu yang memiliki kecerdasan keterampilan terapan (vokasi).














