Ia mencontohkan tokoh sukses seperti Rudy Hadisuwarno di bidang tata rambut dan Rudy Choirudin di bidang kuliner sebagai bukti bahwa kecerdasan praktis yang konsisten mampu membawa kesuksesan besar tanpa harus didominasi oleh teori semata.
“LKP menghasilkan sertifikat yang menjadi bukti nyata keterampilan aplikatif,” ujarnya.
Atip juga menekankan pentingnya penguatan keterampilan pendukung, seperti kecerdasan sosial dan penguasaan bahasa internasional yang berbasis praktik komunikasi.
Ia menguraikan bahwa merujuk pada penelitian Dale Carnegie Foundation di tahun 1980-an, 70% kesuksesan ditentukan oleh kemampuan membangun jejaring dan kepercayaan.
Sementara itu, pendekatan keterampilan berbahasa yang aplikatif akan meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan lulusan dalam berinteraksi di lingkungan kerja global.
“Keterampilan bahasa adalah kunci bagi tenaga kerja kita, seperti tenaga perawat (caregiver), untuk meraih peluang global dengan penghasilan tinggi,” tambahnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, memaparkan langkah strategis kementerian dalam memperkuat ekosistem LKP melalui pelibatan aktif pemerintah daerah.
Mulai tahun 2026, kewenangan perizinan dan pembinaan LKP akan didesentralisasikan ke pemerintah kabupaten/kota agar respons terhadap kebutuhan industri dapat dilakukan lebih cepat dan kontekstual.
















