Kemenpar juga terus mendorong masyarakat untuk berwisata di dalam negeri sebagai bagian dari penguatan kampanye bangga berwisata di Indonesia.
Langkah ini tidak hanya memperluas pilihan destinasi bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat daya tahan sektor pariwisata nasional melalui optimalisasi potensi domestik.
Made mengingatkan peran penting agen perjalanan daring atau online travel agent (OTA) dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat, terutama terkait harga tiket transportasi darat, laut, maupun udara selama masa libur Lebaran.
“Jika terdapat kondisi di lapangan, kami berharap hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diklarifikasi sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” kata Made.
Ia juga mengharapkan dukungan media dalam menyampaikan informasi secara tepat dan berimbang kepada masyarakat, sehingga publik memperoleh pemahaman yang benar terhadap berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah, khususnya terkait sektor transportasi dan pariwisata selama periode libur.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Odo Manuhutu menyampaikan pemerintah sedang mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui sejumlah kebijakan strategis.
Upaya tersebut mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan, formulasi kebijakan tarif batas atas, penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat, serta penguatan dukungan terhadap rute perintis oleh pemerintah daerah.
















